Anggota DPRD Parepare, Andi Muhammad Fudail menyoroti Wali Kota Tasming Hamid dan Wakil Wali Kota Hermanto memboyong 147 pejabat hingga staf pelesiran ke Balikpapan. Menurutnya, perjalanan 147 pejabat itu membuat pemerintahan kosong.
“Ini terulang kembali kedua kalinya. Kemarin itu pernah kejadian sekali yang ke Surabaya, kayaknya pemerintahan kosong. Artinya pemerintahan kosong, wali kota, wakil wali kota, dan sekretaris di pusat sentral birokrasi,” ungkap Fudail kepada infoSulsel, Sabtu (24/1/2026).
Fudail mengatakan, perjalanan dinas boleh dilakukan tetapi tidak berombongan sekaligus. Pasalnya, pemerintahan akan terkesan kosong jika para pejabat penting meninggalkan Parepare secara bersamaan.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
“Kalau wali kota berangkat wakil wali kota tinggal, atau sekda yang tinggal. Begitupun kalau wakil wali kota yang diamanahkan, wali kota tinggal. Supaya pemerintahan berjalan,” katanya.
“Artinya masyarakat bisa melihat bahwa ‘Ada ji pemerintah ta ini’. Ada ji struktur yang tiga trio ini kan? Kan ini trio yang perlu,” lanjutnya.
Menurutnya, perjalanan itu diikuti hampir seluruh kepala OPD selama 4 hari. Dia meminta perjalanan yang dilakukan secara rombongan itu tidak terulang lagi.
“Dan kita juga tidak tahu siapa saja yang berangkat ke sana ini karena hampir semua OPD ikut berangkat. Jadi ini kejadian kedua kalinya lagi,” katanya.
Fudail sudah mengusulkan ke DPRD untuk memanggil seluruh pejabat mitra komisinya menjelaskan hasil perjalanan tersebut. Dia mengatakan, para pejabat yang ikut dalam perjalanan itu harus mempertanggungjawabkan hasil kunjungan kerjanya.
“Paling tidak nanti setelah mereka datang, saya sudah usulkan sama ketua dan teman-teman di komisi agar supaya kita mau mengundang ini, mengundang ini SKPD mitra kita untuk ya sekaligus kita evaluasi,” jelasnya.
Dia juga menyinggung soal anggaran yang dipakai dalam perjalanan tersebut. Fudail meminta agar anggaran yang dipakai dalam perjalanan itu dibuka secara transparan.
“Terus menyangkut dengan anggaran yang itu ya, nah ini yang saya kami tidak tahu. Tidak mungkin juga misalnya makan minumnya nanti di sana itu masing-masing menggunakan anggaran,” ujarnya.
“Tidak mungkin juga wali kota tidak mentraktir Forkopimda begitu ya,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Tasming Hamid dan Hermanto memboyong 147 pejabat dalam kunker ke Balikpapan. Rombongan itu menuai sorotan karena dinilai pelesiran di tengah efisiensi anggaran.
Dari data yang diterima infoSulsel, rombongan kunker itu memboyong 147 orang. Dari data itu, ada sejumlah pejabat Forkopimda yang didampingi istri dan staf masing-masing.
Selain itu, dalam rombongan juga terlihat sejumlah nama staf yang diikutkan untuk bermain sepakbola. Ada pula sejumlah nama yang tanpa keterangan jabatan.
“Iya jadi agendanya hari ini ke Pemkot Balikpapan,” ungkap Kadis Kominfo Parepare, Anwar Amir kepada infoSulsel, Jumat (23/1).
Anwar berdalih, kunker itu dilakukan untuk penataan UMKM dan pengelolaan perusahaan daerah. Selain itu, Pemkot juga ingin meniru pengelolaan parkir.
“Agenda kunjungan kerja dengan 3 poin yang ingin dicapai yaitu terkait penataan UMKM, pengelolaan perparkiran dan pengelolaan perusahaan daerah,” jelasnya.
