Kontraktor dari PT Mareraya Multipratama Jaya mengaku Jalan Perintis Kemerdekaan , Sulawesi Selatan (Sulsel), yang baru diaspal mengalami kerusakan karena dipengaruhi hujan. Faktor cuaca itu ikut mempengaruhi masa kerja pelaksanaan proyek tersebut.
“Kerusakan itu banyak dipengaruhi faktor cuaca karena hujan. Karena kita terbatas waktu kerja hanya Jam 11.00 malam sampai pagi,” kata Koordinator Pelaksanaan dari PT Mareraya Multipratama Jaya Muhammad Arsyad kepada infoSulsel, Rabu (14/1/2026).
Situasi tersebut membuat masa pengerjaan semakin terbatas hingga mempengaruhi kualitas proyek rehabilitasi jalan tersebut. Kontraktor juga tidak bisa melakukan pengerjaan saat pagi hari karena pertimbangan kondisi arus lalu lintas.
“Jadi kalau sudah ada hujan dalam kurun waktu itu, setengah mati, pasti berkurang kualitas. Karena pasti kadang kita paksakan karena tidak bisa mengaspal setelah pagi, macet. Waktunya terbatas,” jelasnya.
Arsyad berdalih kondisi cuaca tidak bisa diprediksi. Namun dia mengaku pihaknya akan bertanggung jawab untuk kembali melakukan perbaikan dalam waktu dekat.
“Kebetulan intensitas hujan Desember luar biasa, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, padat sekali hujan. Tapi pasti kami akan perbaiki semua kerusakan, kami tanggung jawab perbaiki semua itu,” imbuh Arsyad.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Sebelumnya diberitakan, proyek Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar yang rusak setelah baru diaspal ternyata menelan anggaran Rp 22 miliar dari APBN 2025. Anggaran itu sudah sepaket dengan proyek rehabilitasi Jalan Urip Sumoharjo Makassar.
“Kurang lebih Rp 22 miliar. (Pengerjaannya) Pemasangan uditch drainase juga di depan kantor gubernur, ada di Alauddin dan ada di depan Raider. Kalau pengaspalannya 2 tempat, di Urip 700 meter di perintis kurang lebih 2 kilometer. Satu paket semua,” kata Arsyad.







