Kondisi Memilukan 3 Korban Tewas Saat Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa

Posted on

Gedung DPRD Makassar porak-poranda dibakar massa aksi hingga membuat tiga orang tewas. Dua korban meninggal akibat terjebak di dalam ruangan, sementara satu korban lainnya tewas setelah melompat dari lantai tiga gedung.

Ketiga korban tewas yakni Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah Syaiful Akbar, staf humas DPRD Makassar Muh Akbar Basri alias Abay, dan staf anggota DPRD Makassar Sarina Wati. Ketiga korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga masing-masing pada Sabtu (30/8).

Camat Ujung Tanah Amanda Syahwaldi mengatakan korban Syaiful meninggal usai mendapat perawatan di RS Grestelina, Makassar. Amanda mengatakan korban terjabak kebakaran sehingga nekat melompat dari lantai 4 gedung.

“Iye betul (Kasi Kesra Syaiful meninggal dunia). Terjebak api lompat di lantai 4,” kata Amanda kepada infoSulsel, Sabtu (30/8) dini hari.

Dalam foto yang dilihat infoSulsel, korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Tampak korban berlumuran darah pada bagian wajah.

Kasubdit Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, AKBP Elvis J mengatakan dua korban menjalani pemeriksaan forensik di RS Bhayangkara Makassar yakni staf anggota DPRD Makassar Sarina Wati (25) dan Staf Humas DPRD Makassar Muh Akbar Basri alias Abay (26). Hasil pemeriksaan medis menunjukkan luka bakar yang dialami para korban tergolong sangat parah.

“Luka bakar derajat 3 dengan luas luka bakar 90-99% (rules of nine) seluruh tubuh dengan sebagian kulit ari ikut terbakar,” kata Elvis saat konferensi pers di Aula Biddokkes Polda Sulsel, Sabtu (30/8).

Elvis menjelaskan jenazah Sarina dan Abay diterima pihaknya di RS Bhayangkara Makassar pada Sabtu (30/8) dini hari. Sekitar pukul 04.10 Wita, tim medis kemudian melakukan rekonsiliasi atau pencocokan serta penyelarasan data korban.

“Selanjutnya dilakukan serah terima jenazah, pemeriksaan luar jenazah dan pelaksanaan rekonsiliasi tim Biddokkes Polda Sulsel memeriksa dua jenazah korban kebakaran kantor DPRD kota Makassar,” ujarnya.

Elvis menjelaskan jenazah Sarina dan Abay diterima pihaknya di RS Bhayangkara Makassar pada Sabtu (30/8) dini hari. Sekitar pukul 04.10 Wita, tim medis kemudian melakukan rekonsiliasi atau pencocokan serta penyelarasan data korban.

“Perkiraan waktu kematian kurang lebih tiga jam dari pemeriksaan,” ungkapnya.

Selain itu, Elvis mengatakan pihaknya menemukan sisa pembakaran atau jelaga pada hidung dan mulut korban. Dia juga menyebut korban menunjukkan tanda-tanda mati lemas atau asfiksia.

“Ditemukan sisa pembakaran (jelaga) pada hidung dan mulut. Ditemukan mati tanda-tanda mati lemas (asfiksia), terangnya.

Abay rupanya tewas terjebak kebakaran bersama Sarina di ruangan humas. Abay berniat menyelamatkan Sarina yang terjebak hingga berujung maut bagi keduanya.

Kabag Humas DPRD Makassar Syahril mengatakan saat itu situasi di DPRD Makassar diserang massa dengan bom molotov. Hal itu sontak membuat sejumlah orang yang berada di dalam gedung panik.

“Penyerangan molotov, bom api segala macam, sehingga (terjadi) kepanikan. Saya langsung naik ke atas di lantai tiga untuk mengevakuasi, mengarahkan teman-teman pegawai dan anggota dewan untuk turun melalui pintu belakang,” kata Syahril kepada infoSulsel, Sabtu (30/8).

Saat itu, kondisi kelistrikan di gedung DPRD Makassar sudah mati total. Syahril menyebut Abay sempat ikut turun ke bawah bersama sejumlah orang lainnya, namun belakangan mengetahui jika Sarina masih berada di dalam gedung.

“Pada saat itu, almarhum Abay turun ikut ke bawah. Tetapi pas sampai ke bawah, ada satu yang ingin dia selamatkan, itu tadi Sarina itu,” ungkapnya.

“Karena pas dia (Abay) sampai, karena Sarina terjebak, dia (Sarina) ketakutan, ingin menyelamatkan Sarina, dia (belakangan) juga sudah tidak mampu (meninggal) karena pernapasannya terganggu dengan kepulan asap. (Posisinya) Di ruangan humas,” imbuh Syahril.

Abay dan Sarina Alami Luka Bakar Serius

Abay Berniat Selamatkan Sarina

Kasubdit Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, AKBP Elvis J mengatakan dua korban menjalani pemeriksaan forensik di RS Bhayangkara Makassar yakni staf anggota DPRD Makassar Sarina Wati (25) dan Staf Humas DPRD Makassar Muh Akbar Basri alias Abay (26). Hasil pemeriksaan medis menunjukkan luka bakar yang dialami para korban tergolong sangat parah.

“Luka bakar derajat 3 dengan luas luka bakar 90-99% (rules of nine) seluruh tubuh dengan sebagian kulit ari ikut terbakar,” kata Elvis saat konferensi pers di Aula Biddokkes Polda Sulsel, Sabtu (30/8).

Elvis menjelaskan jenazah Sarina dan Abay diterima pihaknya di RS Bhayangkara Makassar pada Sabtu (30/8) dini hari. Sekitar pukul 04.10 Wita, tim medis kemudian melakukan rekonsiliasi atau pencocokan serta penyelarasan data korban.

“Selanjutnya dilakukan serah terima jenazah, pemeriksaan luar jenazah dan pelaksanaan rekonsiliasi tim Biddokkes Polda Sulsel memeriksa dua jenazah korban kebakaran kantor DPRD kota Makassar,” ujarnya.

Abay dan Sarina Alami Luka Bakar Serius

Elvis menjelaskan jenazah Sarina dan Abay diterima pihaknya di RS Bhayangkara Makassar pada Sabtu (30/8) dini hari. Sekitar pukul 04.10 Wita, tim medis kemudian melakukan rekonsiliasi atau pencocokan serta penyelarasan data korban.

“Perkiraan waktu kematian kurang lebih tiga jam dari pemeriksaan,” ungkapnya.

Selain itu, Elvis mengatakan pihaknya menemukan sisa pembakaran atau jelaga pada hidung dan mulut korban. Dia juga menyebut korban menunjukkan tanda-tanda mati lemas atau asfiksia.

“Ditemukan sisa pembakaran (jelaga) pada hidung dan mulut. Ditemukan mati tanda-tanda mati lemas (asfiksia), terangnya.

Abay rupanya tewas terjebak kebakaran bersama Sarina di ruangan humas. Abay berniat menyelamatkan Sarina yang terjebak hingga berujung maut bagi keduanya.

Kabag Humas DPRD Makassar Syahril mengatakan saat itu situasi di DPRD Makassar diserang massa dengan bom molotov. Hal itu sontak membuat sejumlah orang yang berada di dalam gedung panik.

“Penyerangan molotov, bom api segala macam, sehingga (terjadi) kepanikan. Saya langsung naik ke atas di lantai tiga untuk mengevakuasi, mengarahkan teman-teman pegawai dan anggota dewan untuk turun melalui pintu belakang,” kata Syahril kepada infoSulsel, Sabtu (30/8).

Saat itu, kondisi kelistrikan di gedung DPRD Makassar sudah mati total. Syahril menyebut Abay sempat ikut turun ke bawah bersama sejumlah orang lainnya, namun belakangan mengetahui jika Sarina masih berada di dalam gedung.

“Pada saat itu, almarhum Abay turun ikut ke bawah. Tetapi pas sampai ke bawah, ada satu yang ingin dia selamatkan, itu tadi Sarina itu,” ungkapnya.

“Karena pas dia (Abay) sampai, karena Sarina terjebak, dia (Sarina) ketakutan, ingin menyelamatkan Sarina, dia (belakangan) juga sudah tidak mampu (meninggal) karena pernapasannya terganggu dengan kepulan asap. (Posisinya) Di ruangan humas,” imbuh Syahril.

Abay Berniat Selamatkan Sarina