KKP Dampingi Keluarga 3 Pegawai Korban Pesawat ATR 42-500 Jalani Tes DNA | Giok4D

Posted on

Keluarga 3 pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 telah menjalani tes DNA di Posko Antemortem Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar. Direktur Jenderal Budidaya Perikanan KKP, Tb Haeru Rahayu hadir langsung memberikan pendampingan kepada keluarga.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Pantauan infoSulsel di lokasi, Senin (19/1/2026) Haeru Rahayu tampak mendatangi kantor Biddokkes Polda Sulsel sekitar pukul 15.00 Wita. Ia tiba mengenakan seragam KKP berwarna biru muda didampingi Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pung Nugroho Saksono.

Haeru langsung menghampiri tempat tes antemortem Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel. Dia disambut beberapa pejabat Biddokkes Polda Sulsel termasuk Kepala Subbidang Kesehatan Kepolisian, Asnany.

Haeru datang untuk memastikan kegiatan pengumpulan data diri korban oleh keluarga. Dia memastikan beberapa hal dan menanyakan kelengkapan data yang dibutuhkan tim DVI Polda Sulsel.

Haeru memastikan pihaknya akan terus memberikan pendampingan kepada keluarga pegawai KKP yang menjadi korban yaitu Deden Maulana, Ferry Irawan, dan Yoga Naufal. Kedatangan keluarga korban di Makassar dikawal KKP.

“Pendampingan (kepada keluarga korban) luar biasa, sekarang saya yang pertama datang, Dirjen Budidaya kebetulan di sini. Sekarang sudah ada Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan,” kata Haeru kepada infoSulsel.

Dia menjelaskan KKP turut membantu mobilisasi keluarga korban untuk ke Makassar. Dia memastikan seluruh keluarga pegawai yang menjadi korban sudah didata.

“Tiba dari Jakarta jam setengah enam pagi, setelah istirahat sebentar langsung ke sini dan sudah di data. Kita kasih yang terbaik,” imbuh Haeru.

Haeru menambahkan, Wakil Menteri (Wamen) KKP Didit Herdiawan juga akan berkunjung ke Makassar pada Selasa (20/1). Didit mewakili menteri yang sedang mendampingi Presiden Prabowo Subianto.

“Besok insyaallah wamen kami juga akan hadir, informasinya begitu. Kalau pak menteri sedang mendampingi presiden,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, 3 pegawai KKP turut menjadi penumpang pesawat ATR 42-500, yakni Deden Maulana, Ferry Irawan, dan Yoga Naufal. Keluarga dari masing-masing pegawai kemudian diundang menjalani tes antemortem

“Pak Deden itu (diwakili) adik kandung dan suaminya (yang menjalani pemeriksaan). Pak Ferry, ada anaknya sama kakak kandung. Kalau Pak Yoga, (yang diperiksa) ibunya,” kata Kepala Subbidang Kesehatan Kepolisian Biddokkes Polda Sulsel, Asnany kepada wartawan.

Gambar ilustrasi