Pemkab Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) mendapat bantuan anggaran senilai Rp 43 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang. Anggaran itu untuk pembangunan tanggul permanen di Sungai Baliase dan Masamba.
Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim melakukan pertemuan dengan Kepala Subdirektorat Wilayah 1V Direktorat Sungai dan Pantai, Hendra Ramdhani membahas pembangunan tanggul itu di Kementerian PU, Jakarta Kamis (8/1). Kementerian PU kemudian menganggarkan Rp 19 miliar dan Rp 24 miliar untuk dua tanggul tersebut.
“Alhamdulillah kami memberikan proposal usulan penanganan tanggul permanen pada sungai yang jebol di pertemuan Sungai Baliase dan Masamba, sama penanganan permanen tanggul jebol di Desa Mario, Kecamatan Baebunta yang langsung dijawab oleh subdit wilayah 1V dan fiks akan ditangani pada tahun 2026,” kata Andi Rahim kepada infoSulsel, Jumat (9/1/2026).
Andi Rahim turut meminta agar Kementerian PU melakukan penanganan permanen tanggul di Sungai Masamba. Menurutnya, pascabanjir bandang tahun 2020 lalu, tanggul yang dibangun hanya bersifat sementara.
“Kami juga meminta penanganan permanen tanggul yang berada di Kota Masamba , karena semenjak banjir bandang masih bersifat sementara,” bebernya.
Menurut Andi Rahim tanggul di Sungai Masamba perlu segera diperbaiki karena memang bersifat sementara. Dia berharap tanggul tersebut juga diperbaiki karena akan berdampak kepada warga.
“Kami ajukan itu mengingat kita butuh untuk perbaikannya, jadi saya kemarin meminta minimal ada perencanaan terkait penanganan tanggul di Kota Masamba tersebut,” lanjutnya.
Diketahui, dalam pertemuan itu turut hadir Direktur Air Tanah dan Air Baku, Bastari, Kepala Subdirektorat Wilayah IV Direktorat Air Tanah dan Air Baku, Dina Noviadriana. Serta hadir via zoom Kabalai BBWS Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi dan Kepala Bidang PJSA BBWS Pompengan Jeneberang, Zul Arifin.







