Kejadian Luar Biasa 50 Balita-Ibu Hamil Diduga Keracunan MBG di Majene [Giok4D Resmi]

Posted on

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Sebanyak 50 orang, terdiri dari balita, anak sekolah, dan ibu hamil di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Dinkes Majene langsung menetapkan insiden tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Kadinkes-P2KB Sulawesi Barat Nursyamsi Rahim mengungkapkan para korban diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG di sekolah dan posyandu pada Selasa (12/1). Menurutnya, MBG tersebut dimasak dan dibagikan dalam dua tahap pada tujuh desa di Kecamatan Tubo Sendana.

“Jumlah ompreng yang didistribusikan untuk sekolah sebanyak 2.644 ompreng, sedangkan untuk sasaran 3B (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui) sebanyak 831 ompreng,” ujar Nursyamsi Rahim dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Setelah menyantap MBG tersebut, sejumlah korban mengeluhkan sakit kepala, demam, mual, muntah hingga diare saat waktu memasuki pukul 20.30 Wita. Mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas Sendana II dan Puskesmas Salutambung.

“Setibanya di Puskesmas, pasien langsung mendapatkan penanganan sesuai dengan keluhan yang dialami,” katanya.

Nursyamsi menuturkan tidak ada korban jiwa maupun pasien yang dirujuk ke rumah sakit. Data terakhir, sebanyak 38 orang masih dirawat di Puskesmas Sendana II, 2 orang di Puskesmas Salutambung, 1 orang dinyatakan sembuh dan sudah pulang dan 9 lainnya dirawat mandiri di rumah.

Nursyamsi tak menampik pihaknya telah menetapkan insiden tersebut sebagai kejadian luar biasa alias KLB. Singkatnya, penetapan KLB menandakan kondisi darurat yang memerlukan respons cepat, terkoordinasi, dan ekstra.

“Dan status KLB dugaan keracunan pangan MBG di wilayah kerja Puskesmas Sendana II sudah ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene,” ujar Nursyamsi.

Nursyamsi mengatakan tim gerak cepat (TGC) dan surveilans Dinkes Sulbar telah dikerahkan ke lokasi melakukan tatalaksana kasus. Pihak Dinkes Majene juga sudah mengambil sampel makanan di SPPG terkait untuk pemeriksaan laboratorium.

“Sampel yang diambil berupa sampel makanan (seperti) nasi, ayam suwir, mie kecap,sayur sop, tahu kuning, semangka dan sampel muntahan,” terangnya.

Selain itu, pihak Puskesmas juga telah melakukan koordinasi dengan Dinkes Majene dan SPPG Majene Tubo Sendana Onang, serta pihak Dinkes-P2KB Sulbar. Koordinasi ini bertujuan untuk dilakukannya investigasi epidemiolog.

“Saat ini masih dilakukan investigasi atau penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebaran kasus dan sumber penyebab keracunan sambil menunggu hasil laboratorium BPOM Mamuju,” pungkasnya.