Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam istimewa dalam Islam yang kerap dinantikan oleh umat Islam. Istilah Nisfu Syaban yang merujuk pada pertengahan bulan Syaban ini menjadi momen untuk memperbanyak doa, introspeksi diri, serta mempersiapkan hati menjelang bulan Ramadan.
Mengutip dari buku “Kalender Ibadah Sepanjang Tahun” karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, salah satu keistimewaan bulan Sya’ban adalah merupakan bulan pelaporan amal manusia. Dengan keistimewaan tersebut, maka tak heran tidak sedikit masyarakat yang mulai mencari tahu kapan tepatnya Malam Nisfu Syaban bahkan sejak jauh-jauh hari.
Lantas, kapan Malam Nisfu Syaban 2026 dalam kalender Masehi? Berikut penjelasan lengkap mengenai jadwal serta amalan yang dianjurkan bagi umat Islam. Simak selengkapnya yuk!
Berdasarkan penanggalan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, awal bulan Syaban jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026 Masehi. Bulan Syaban tahun ini berlangsung selama 30 hari dan berakhir pada 18 Februari 2026.
Dengan demikian, maka pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Namun perlu diketahui, pergantian hari pada penanggalan Hijriah terjadi ketika Matahari terbenam. Dengan demikian, Malam Nisfu Syaban dimulai sejak Senin, 2 Februari 2026 setelah Matahari terbenam.
Dikutip dari laman Kementerian Agama (Kemenag) RI, Nisfu Syaban adalah malam dibukanya 300 pintu rahmat dan pintu ampunan oleh Allah SWT untuk manusia. Oleh karena itu, sudah sepatutnya umat Islam memanfaatkan waktu istimewa ini dengan memerbanyak amalan untuk mendulang berlimpah pahala.
Berikut ini beberapa amalan yang dapat dikerjakan di malam Nisfu Syaban sebagaimana dikutip dari buku “Kalender Ibadah Sepanjang Tahun” karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid.
Agar lebih memahami, berikut penjelasannya mengenai keutamaan dari amalan-amalan tersebut:
Amalan pertama yang dapat dikerjakan umat muslim di malam Nisfu Syaban adalah memanjatkan doa kepada Allah SWT. Para ulama memilih untuk membacakan doa Nabi Adam AS pada saat malam Nisfu Syaban.
Berikut ini bacaan doanya:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي، وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤَلِي، وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ وَيَقِيْنَا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَرَضِنِي بِقَضَائِكَ
Arab Latin: Allaahumma innaka ta’lamu sirrii wa ‘alaaniyati faqbal ma’dzirati, wata’lamu haajatii fa’thinii suaa-li, wata’lamu maa fii nafsii faghfır lii dzambii. Allaahumma innii as-aluka imaanan yubasyiru qalbii wa yaqiinan shaadiqan hattaa a’lamu annahu laa yushiibunii illaa maa katabta lii waraddani biqadhaa-ik.
Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, karena itu terimalah penyesalanku. Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar sehingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku. Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap apa yang Engkau bagi untuk diriku.”
Membaca dzikir menjadi salah satu bentuk penghambaan kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Berikut bacaan dzikir yang dapat dibacakan pada malam Nisfu Syaban:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
Arab Latin: Laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyyahu mukhlishiina lahud diina wa lau karihal musyrikuun.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya meskipun orang-orang musyrik membencinya.”
Bacaan dzikir di atas dianjurkan untuk dibaca sebanyak 70 kali setiap harinya.
Setelah membaca bacaan dzikir di atas, kemudian dilanjutkan dengan membaca istighfar:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ
Arab Latin: Astaghfirullaaha wa as-aluhut taubah.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan aku meminta kepada-Nya agar diterima taubatku.”
Sama seperti bacaan dzikir, bacaan istighfar ini juga dibaca sebanyak 70 kali setiap harinya.
Pada malam Nisfu Syaban sangat dianjurkan untuk membaca surah Yasin. Surah tersebut dibaca sebanyak tiga kali secara berturut-turut setelah sholat Maghrib.
Bacaan Yasin yang pertama diniatkan untuk meminta umur panjang yang diisi dengan ketaatan kepada Allah SWT. Bacaan Yasin kedua diniatkan supaya dijaga dari semua bahaya, serta diberi keluasan rezeki yang baik dan halal.
Sementara bacaan Yasin terakhir diniatkan agar hati merasa cukup dan dianugerahi husnul khatimah.
Adapun setelah membaca surah Yasin, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa berikut:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُ عَلَيْهِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ، وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِينَ، وَمَأْمَنَ الْخَائِفِينَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِي أُمَ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُوْدًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ مِنْ أُمَ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَتَقْتِيرَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ سَعِيدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ). إِلهِي بِالتَّجَلِي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ، إِكْشِفْ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ وَاغْفِرْ لِي مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُ الْأَكْرَمُ. وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَىسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Arab Latin: Bismillaahir rahmaanir rahim. Allaahumma yaa dzal manni wa laa yumannu ‘alaika yaa dzal jalaali wal ikraam, yaa dzath thauli wal in’aam. Laa ilaaha illaa anta zhahral laajiina wajaaral mustajiiriina wa ma’ manal khaa-ifiin. Allaahumma in kunta katabtanaa indaka fii ummil kitaabi asyiqiyaa’a au mahruumiina au muqtarran ‘alaina fir rizqi fahumllaahumma bifadhlika syaqaawatanaa wa hirmaananaa wa iqtaara arzaaqinaa wa atsbitnaa ‘indaka fii ummil kitaabi su’adaa’a marzuuqina muwaffaqiin lil khairaat. Fa- innaka qulta waqaulukal haqqu fii kitaabikal munzali ‘alaa lisaani nabiyyikal mursal, yamhullaahu maa yasyaa-u wa yutsbitu wa ‘indahu ummul kitaab. Ilaahii bit tajallil a’zhami fii lailatin nishfi min syahri sya’baanal mukarram allatii yufraqu fiiha kullu amrin hakiimin wa yubram nas-aluka an taksyifa ‘annaa minal balaa-i maa na’lamu wa maa laa na’lam, wa maa anta bihi a’larna. Innaka antal a’azzul akram. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha Penyayang. Ya Allah, wahai Dzat yang mempunyai anugerah, dan Engkau tidak diberi anugerah, wahai Dzat yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan, wahai Dzat yang mempunyai kekuasaan dan memberikan kenikmatan, tiada Tuhan melainkan Engkau. Engkau- lah Penolong orang-orang yang memohon pertolongan, Pelindung orang-orang yang mencari perlindungan, dan Pemberi Keamanan kepada orang-orang yang ketakutan. Ya Allah, jika Engkau mencatat kami di sisi-Mu dalam induk catatan sebagai orang-orang yang celaka, terhalang dari rahmat-Mu dijauhkan dari-Mu, atau disempitkan dalam mendapat rezeki, dengan karunia-Mu, ya Allah, hapuskanlah kecelakaan kami, keterhalangan kami, kejauhan kami dari rahmat-Mu, dan kesempitan rezeki kami. Dan tetapkanlah kami di sisi-Mu dalam catatan sebagai orang-orang yang berbahagia, diberi rezeki yang luas, serta diberi petunjuk menuju kebajikan. Karena sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam kitab-Mu yang telah diturunkan kepada rasul-Mu, sedangkan firman-Mu itu benar, Allah menghapus dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya dan di sisi-Nya terdapat induk kitab. Tuhan kami, dengan tajalli-Mu (penampakan sifatMu) Yang Maha Besar pada malam Nisfu Syaban yang mulia ini, saat setiap urusan dibedakan dan ditetapkan di dalamnya, kami memohon kepada-Mu agar Engkau palingkan kami dari segala bencana, baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya, Engkau Dzat Yang Paling Mulia dan Paling Pemurah. Dan, semoga Allah senantiasa memberi rahmat serta kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarganya, dan sahabatnya.”
Imam Shadiq menyatakan bahwa bulan Syaban merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak sedekah, termasuk pada malam Nisfu Syaban. Keutamaan amalan ini dijelaskan sebagai berikut:
“Apakah amalan terbaik di bulan ini?”
“Bersedekah dan membaca istighfar. Barang siapa bersedekah di bulan Syaban, maka Allah SWT akan memelihara sedekah tersebut sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak untanya, sehingga pada hari kiamat, sedekah tersebut sampai di tangan pemiliknya sebesar Gunung Uhud.”
Nah, demikianlah ulasan mengenai jadwal Malam Nisfu Syaban 2026, lengkap dengan daftar amalan yang dianjurkan. Semoga bermanfaat!







