Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) turut menjadi sasaran massa demo malam tadi. Sejumlah fasilitas kantor dirusak dan dua mobil terparkir juga turut dibakar.
Pantauan infoSulsel, Sabtu (30/8/2026) pukul 09.00 Wita, Kantor Kejati Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo kini disterilkan dan mendapat penjagaan ketat. Tampak dua mobil yang hangus terbakar masih berada di area parkiran kantor.
Sejumlah petugas kebersihan sibuk membersihkan serpihan kaca dan puing-puing di sekitar pos sekuriti serta ruang aspirasi dan pelayanan terpadu satu pintu. Proses pembersihan ini turut dibantu oleh prajurit TNI.
Situasi di Kantor Kejati Sulsel juga terpantau relatif kondusif, meski penjagaan tetap dilakukan secara ketat oleh sekuriti dan TNI. Pintu pagar kantor Kejati Sulsel juga ditutup rapat.
“Ini Kejati Sulsel sebenarnya bukan sasaran, karena kejati ini ya pusat episentrum unras (area) di sini, jadi imbasnya kena. Jadi kejati sebenarnya bukan sasaran dari para pendemo sebenarnya,” kata Komandan Batalyon Kavaleri 10/Mendagiri Letkol Kav Kuswara di lokasi.
Kuswara menambahkan, massa yang berkumpul di sekitar Flyover melampiaskan kemarahannya kepada fasilitas atau bangunan pemerintah. Ia menduga ada provokator di balik perusakan fasilitas publik dan pemerintah.
“Karena pas kebetulan di sini lagi berkumpul, mungkin di sini dilihat, apa namanya itu, tempat publik yang punya pemerintah, akhirnya jadi sasaran massa. Tapi sasaran massa yang provokatif,” ungkapnya.
Prajurit TNI, lanjut dia, sudah berada di Kejati Sulsel sejak Jumat (29/8) pukul 21.00 Wita. Proses pengamanan di Kejati Sulsel pun terbilang sulit. Prajurit mesti melewati para pengunjuk rasa di depan Universitas Muslim Indonesia (UMI) dengan berjalan kaki.
“Tetapi karena ada, kalau kami amati ada beberapa kubu sebenarnya. Jadi ada kelompok-kelompok yang proaktif, yang provokator. Kalau sebenarnya yang benar-benar mengaspirasi tidak akan seperti ini kejadiannya,” bebernya.
Dia menambahkan ada dua mobil dibakar dan pos pelayanan yang dirusak imbas aksi semalam. Saat ini sudah proses pembersihan.
“Ada dua mobil (dibakar), tapi mobilnya mobil dinas. Penjarahan mungkin tidak, karena tidak ada barang-barang yang penting yang hilang. Mungkin penjaraan hanya hal-hal kecil, tapi kebanyakan ini karena perusakan saja. Penjarahan tidak ada,” pungkasnya.
Untuk diketahui, massa aksi membakar Kantor DPRD Makassar di Jalan AP Pettarani pada Jumat (29/8) malam. Selanjutnya, massa bergeser dan membakar Kantor DPRD Sulsel pada Sabtu (30/8) dini hari tadi.