Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri mengumumkan jenazah kedua korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT yang berhasil diidentifikasi merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bernama Deden Maulana (43). Jenazah Deden teridentifikasi melalui pemeriksaan sidik jari.
Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad Aris mulanya membacakan hasil pemeriksaan tim DVI gabungan. Pemeriksaan melibatkan Biddokkes Polda Sulsel, Pusdokkes Polri, Ident Polda Sulsel serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Unhas.
“Jenazah dengan nomor PM/62/B.02 cocok dengan antemortem nomor AM006 teridentifikasi sebagai Deden Maulana, laki-laki umur 43 tahun beralamat di Jalan Jati Raya 66H Sopia nomor 15 RT005/006 Jati Padang, Pasar Minggu melalui sidik jari, properti dan ciri medis,” kata Haris saat konferensi pers di Posko DVI Polda Sulsel, Kamis (22/1/2026).
Sementara itu, Kapusident Bareskrim Polri Irjen Mashudi menjelaskan, pemeriksaan terhadap jenazah Deden membutuhkan kerja ekstra. Namun dia tidak merinci kondisi jenazah pegawai KKP tersebut.
“Kurang lebih memang ada sedikit effort, ada sedikit tantangan karena kondisi jenazah. Namun berdasarkan keuletan, kemampuan dan keilmuan anggota Ident maka kami berhasil melakukan identifikasi dengan memanfaatkan kulit sidik jari yang masih ada,” tutur Mashudi.
Dia melanjutkan tim DVI melakukan pemeriksaan terhadap sampel sidik jari dan pembanding post mortem. Hasil perbandingan data secara saintifik itu berujung pada keyakinan pada kantong jenazah nomor PM/62/B.02 merupakan Deden Maulana.
“Kami mengambil sidik jari dari post mortem pembandingnya. Kami mencari kesamaan dan keidentikan dari sidik jari dan kami meyakini dan menemukan keidentikan sidik jari tersebut,” imbuh Mashudi.
Diketahui, tim DVI lebih dulu mengumumkan identitas jenazah wanita yang sebelumnya ditemukan di jurang kedalaman 500 meter di puncak Gunung Bulusaraung, Pangkep pada Senin (19/1). Dari hasil pemeriksaan, jenazah itu teridentifikasi sebagai pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono (33).
Tim SAR juga menemukan jenazah korban ketiga pesawat ATR 42-500 pada Rabu (21/1) sekitar pukul 12.30 Wita. Jenazah yang dievakuasi berupa potongan tubuh yang belum dipastikan jenis kelaminnya.
“Informasi yang saya dapat lebih condong itu berupa body part (potongan tubuh),” ujar Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada wartawan, Rabu (21/1).
Namun potongan tubuh jenazah itu sudah diserahkan ke tim DVI untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini operasi SAR masih mencari korban pesawat ATR 42-500 lainnya yang belum ditemukan.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.







