Jenazah ketiga korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, telah diserahkan ke tim Disartee Victor Identification (DVI) Mabes Polri. Tim DVI selanjutnya akan melakukan proses identifikasi untuk memastikan identitas jenazah tersebut.
Pantauan infoSulsel, Rabu (21/1/2026), jenazah tersebut diserahkan oleh tim Basarnas kepada tim DVI di RS Bhayangkara Makassar sekitar pukul 23.20 Wita. Basarnas membawa paket tersebut dengan menggunakan mobil ambulans yang dikawal Patwal dari Posko Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep.
Saat penyerahan, tim DVI terlebih dahulu melakukan pengecekan fisik paket jenazah. Mereka juga terlihat mendata sejumlah barang yang dibawa oleh perwakilan Basarnas.
Paket yang diserahkan Basarnas terlihat terbungkus kain berwarna hitam. Selain itu, ada juga barang yang diserahkan berupa jaket berwarna biru navi.
Proses penyerahan berlangsung sekitar 5 menit. Paket yang dibawa Basarnas lalu dibawa masuk ke ruang identifikasi usai pendataan dan penyerahan.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyampaikan jenazah ketiga tersebut sebelumnya ditemukan berkat penyisiran intensif yang dilakukan oleh beberapa Search and Rescue Unit (SRU) darat di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat.
“Pada hari kelima operasi, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian. Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur,” ujar Arif Anwar.
Dia turut membenarkan bahwa jenazah ketiga tersebut berupa body part atau potongan tubuh. Dia berharap body part tersebut bisa teridentifikasi.
“Penyerahan body part kepada tim DVI dilakukan guna proses identifikasi secara medis dan forensik, sehingga dapat dipastikan identitas korban secara akurat,” jelasnya.
Selain body part, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban, di antaranya laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta beberapa barang lainnya yang ditemukan di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.
“Seluruh barang temuan korban telah didata, diamankan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku,” tambah Arif.
Ia menegaskan bahwa operasi SAR masih terus berlanjut dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas kemanusiaan, dengan dukungan peralatan darat dan udara.
“Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara profesional dan humanis. Fokus kami adalah menuntaskan pencarian seluruh korban serta memastikan setiap proses berjalan sesuai standar keselamatan dan prosedur,” pungkasnya.







