Jenazah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Deden Maulana diterbangkan ke Jakarta, pagi tadi. Penerbangan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT itu dikawal keluarganya.
Jenazah Deden Maulana sudah tiba di Cargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Rabu (21/1/2026) malam. Jenazah lalu diberangkatkan ke Jakarta pada Kamis (22/1) sekitar pukul 06.25 Wita.
“(Jenazah diberangkatkan menggunakan peawat) Citilink jam 6,” kata salah satu kerabat korban, Levi kepada wartawan di area Cargo Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Peti jenazah Deden yang tiba dilabeli dengan kode post mortem (PM) 62.B.02. Setibanya di Jakarta, jenazah rencananya akan dibawa ke Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) untuk prosesi penghormatan terakhir.
“(Jenazah Deden Maulana akan) Dibawa ke AUP. Nanti ada upacara pelepasan di sana di Pasar Minggu,” jelasnya.
Diketahui, dua jenazah masing-masing berjenis kelamin pria dan wanita berhasil ditemukan dan diidentifikasi hingga Rabu (21/1). Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri lebih dulu mengumumkan identitas jenazah wanita.
Jenazah wanita itu sebelumnya ditemukan jurang kedalaman 500 meter di puncak Gunung Bulusaraung Pangkep pada Senin (19/1). Dari hasil pemeriksaan, jenazah itu teridentifikasi sebagai pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono (33).
“Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono,” ungkap Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad Haris saat konferensi pers di Posko DVI Polda Sulsel, Rabu (21/1).
Sementara jenazah berjenis kelamin pria sebelumnya dievakuasi di jurang kedalaman 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung pada Minggu (18/1). Jenazah itu teridentifikasi bernama Deden Maulana yang merupakan pegawai KKP.
Tim DVI belum resmi mengumumkan identitas jenazah berdasarkan hasil pemeriksaan. Namun identitas jenazah terungkap saat keluarga menerima peti jenazah korban di Biddokkes Polda Sulsel, Rabu (21/1) malam.
Pantauan infoSulsel di lokasi, Rabu (21/1) malam, peti jenazah itu dilabeli dengan nomor post mortem 62.B.02 atas nama Deden Maulana. Istri Deden bernama Vera tidak kuasa menahan tangis saat menerima peti jenazah suaminya.
“Besok aja yah (penjelasan soal hasil identifikasi jenazah Deden Maulana),” singkat salah satu anggota Tim Biddokkes Polda Sulsel kepada wartawan.
Terbaru, tim SAR juga menemukan jenazah korban ketiga pesawat ATR 42-500 pada Rabu (21/1) sekitar pukul 12.30 Wita. Jenazah yang dievakuasi berupa potongan tubuh yang belum dipastikan jenis kelaminnya.
“Informasi yang saya dapat lebih condong itu berupa body part (potongan tubuh),” ujar Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada wartawan, Rabu (21/1).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar menambahkan, potongan tubuh korban diserahkan ke tim DVI. Hal ini untuk mengungkap identitas korban.
“Penyerahan body part kepada tim DVI dilakukan guna proses identifikasi secara medis dan forensik, sehingga dapat dipastikan identitas korban secara akurat,” kata Arif dalam keterangannya.
