Jembatan Penghubung Antardesa di Pangkep Ambruk Usai Dilewati Truk Muat Tanah

Posted on

Sebuah jembatan yang menghubungkan antardesa dan kelurahan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) ambruk setelah dilalui truk bermuatan tanah. Rusaknya jembatan membuat warga harus menempuh jalan memutar yang jaraknya mencapai 4 kilometer.

“Tadi pagi sekitar jam 10.15 Wita saya terima laporan dari pak kepala Desa Manakku jembatan ini roboh,” kata Camat Labakkang, Bahri kepada infoSulsel, Senin (26/1/2026).

Insiden ini terjadi di Desa Manakku, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Senin (26/1) sekitar pukul 10.15 Wita . Jembatan ini memiliki panjang 16 meter dengan lebar 5,5 meter.

Bahri mengatakan, jembatan ini adalah jalur vital penghubung Desa Manakku dengan Desa Bontomanai, Kelurahan Mangallekana dan Kelurahan Pundata Baji. Ambruknya jembatan ini berpengaruh bagi akses warga untuk ke pasar, sekolah, pelabuhan Maccini Baji dan puskesmas.

“Jalan ini bukan lagi jalan alternatif, tapi adalah akses utama dimana orang mau ke pasar, mau ke puskesmas, ya sekitarnya ada 2 desa, ada 2 kelurahan penghubung saling timbal balik,” ucapnya.

“Termasuk jalur ke pelabuhan untuk warga yang dari dan mau ke pulau ini sangat berpengaruh sekali. Apalagi anak sekolah, tadi kita lihat langsung pelayanan MPG juga muter balik,” bebernya.

Bahri menyebutkan, warga harus mengambil jalan memutar sejauh 4 kilometer imbas ambruknya jembatan tersebut. Dia berharap pemerintah kabupaten segera mengambil langkah cepat untuk perbaikan jembatan.

“Ya kira-kira kalau memutar barangkali sekitar 3 kilo sampai 4 kilo. Saya kira pemerintah ini dalam hal ini harus perlu ada penanganan cepat karena masyarakat ini, khususnya warga saya ini sangat membutuhkan sekali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pangkep Akbar Yunus mengatakan berdasarkan laporan diterima, jembatan tersebut dibangun tahun 1969 dengan kondisi yang sudah melengkung. Sebelum roboh, jembatan sempat dilalui sebuah truk bermuatan material tanah.

“Sekarang sudah berumur lebih 50 tahun dan kondisinya memang sudah mengalami melintang. Informasinya katanya dilewati kendaraan pengangkut material tanah sebelum ambruk,” kata Akbar.

Dia mengatakan, perbaikan jembatan segera akan dilakukan. Hal ini untuk mengatasi kesulitan warga akibat robohnya jembatan ini.

“Di sana ada pelabuhan, kemudian di sini ada pasar, dan ada akses layanan kesehatan. Sehingga jika hari ini tidak diperbaiki, maka beberapa permasalahan sosial akan muncul. Sehingga memang sangat mendesak. Satu dua hari ini kita alat berat akan turun untuk membersihkan runtuhan jembatan,” kata dia.

Untuk lalu lintas warga sementara, Akbar memastikan jembatan darurat akan dibangun dengan berbahan bambu. Namun yang bisa melintas hanya pejalan kaki saja.

“Sore ini kita bangun jembatan sementara dari bambu untuk pejalan kaki,” ujarnya.