Tim SAR gabungan menemukan jenazah pelatih tim B sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jenazah Fernando ditemukan mengapung pada jarak sekitar satu nautical mile (mil laut) atau 2 kilometer dari lokasi kapal tenggelam.
Dilansir dari infoBali, jenazah Fernando ditemukan mengapung di Pulau Seraya dan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Minggu (4/1/2026) pada pukul 08.47 Wita. Korban ditemukan pada hari ke-10 atau hari terakhir pencarian.
“Ya betul (pelatih tim B sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras). Jenazah berjenis kelamin laki-laki dewasa dan warga negara Spanyol,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra kepada infoBali.
Begitu tiba di pelabuhan, jenazah dibawa ke RSUD Komodo Labuan Bajo untuk proses identifikasi. Saat ini jenazah Fernando sedang dalam pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.
“Masih dilakukan visum et repertum serta proses identifikasi oleh tim medis dan Biddokkes Polda NTT sesuai prosedur Disaster Victim Identification (DVI),” jelas Henry.
“Kabiddokkes menyampaikan bahwa identifikasi korban dengan mencocokkan data AM dan PM, baik primer maupun sekunder sudah sesuai dengan protokol DVI interpol,” sambung Henry.
Jenazah ditemukan pertama kali oleh kapal KPC 2007 Dit Polairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam foto dan video yang diperoleh infoBali, jenazah tersebut terombang-ambing di permukaan laut yang tenang.
Jenazah ditemukan dalam posisi telungkup. Kedua kakinya terbuka dan tangannya dalam posisi melebar.
Pihak keluarga korban mengatakan jenazah yang ditemukan itu adalah pelatih Valencia FC. “Father is found (Fernando yang ditemukan),” kata salah satu keluarga di Posko Operasi SAR di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Minggu.
Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengatakan seluruh unsur SAR tetap dikerahkan secara maksimal, baik melalui penyisiran laut, patroli perairan, maupun dukungan peralatan SAR, untuk mempercepat proses pencarian.
“Kami juga mengimbau masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Padar dan perairan sekitarnya agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban atau bangkai kapal,” pungkas Rudi.
Diketahui, Fernando dan keluarganya adalah korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Jumat (26/12/2025).







