Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pembangunan ekosistem perunggasan lewat program hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten , Sulawesi Selatan (Sulsel). Proyek ini diklaim akan menggaet 2.038 pekerja lokal dan mendukung pemenuhan gizi makan bergizi gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Mentan Andi Amran Sulaiman usai meninjau lokasi hilirisasi ayam terintegrasi di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Bone pada Sabtu (17/1/2026). Proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 110 hektare.
“Ini untuk mendukung program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto demi memperbaiki gizi anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Ini akan membuka lapangan pekerjaan dengan yang dibutuhkan berdasarkan laporan sekitar 2.038,” ujar Andi Amran kepada wartawan.
Andi Amran melanjutkan, selama ini ayam dan telur dikuasai oleh sektor swasta. Sistem peternakan terintegrasi, produksi ayam dan telur diharapkan meningkat signifikan sehingga dapat menekan potensi kelangkaan dan menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Jadi selama ini harga ayam nasional dan telur itu berfluktuasi dan ini 100 persen dikendalikan oleh swasta. Kita ingin BUMN masuk untuk menjamin harga DOC (Day Old Chick), parent stock, pakan, seluruhnya ini dijamin,” katanya.
“Jaminannya ini adalah kuantum, kualitas, dan kuantitas ini dijamin dengan harga yang bisa membuat peternak kita untung. Kalau peternak tidak untung, negara yang kesulitan,” sambung Andi Amran.
Andi Amran meyakini, proyek ketahanan pangan ini akan bisa mengendalikan laju inflasi. Apalagi, tetap melibatkan peternak di seluruh Indonesia.
“Ini adalah pengendali inflasi terbaik, karena harga pangan turun, harga DOC turun. Ini kita bergeraknya hanya di hulu, kemudian di hilir semua rakyat di Indonesia, ini semua harus kita jaga, kalau mereka sejahtera negara juga kuat,” jelasnya.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengaku mendukung penuh realisasi proyek tersebut, baik dari sisi perizinan, infrastruktur, maupun pendampingan kepada masyarakat. Dia berharap masyarakat Bone terlibat langsung dan merasakan manfaat ekonomi dari proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini.
“Kita tentu mendukung investasi ini. Kita juga ada penekanan dari Pak Mentan untuk masyarakat lokal diprioritaskan dalam pekerjaan,” ucap Andi Sudirman.
Diketahui, hilirisasi ayam terintegrasi di Bone akan dilengkapi berbagai fasilitas. Salah satunya Farm Parent Stock (PS) dan penetasan dengan luas lahan 12 hektare.
Dari luas lahan itu diproyeksi dibangun 20 kandang dengan total populasi 200.000 ekor. Dari jumlah itu diharapkan jumlah produksi DOC mencapai 2.109.240 ekor tiap bulan bulan.
Di lokasi itu juga akan disiapkan Farm Pullet (ayam siap bertelur) dengan kapasitas produksi per tahun 518.400 ekor. Adapula pabrik pakan dengan kapasitas produksi 10.000 ton tiap bulan atau 120.000 per tahun.
Selain itu ada rumah potong, cold storage dan pengolahan luas dengan kapasitas 2.000 ekor tiap jam. Sementara kapasitas produksi 400.000 ekor/bulan, produksi karkas (daging) 284.000 kg/bulan, cold storage kapasitas 50-75 ton, dan kapasitas pengolahan daging 100 ton/bulan.
