Seorang ibu muda bernama Harmiani (27) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), terpaksa melahirkan di bak mobil pikap saat hendak dibawa ke puskesmas. Pikap tersebut tidak bisa melanjutkan perjalanan gegara air Sungai Mapi meluap dan tidak ada jembatan.
“Betul (bersalin di mobil). Ini pasien mau langsung ke puskesmas, tapi pas di jalan kebetulan air sungainya meluap jadi tidak bisa menyeberang,” kata Bidan Desa Piriang Tapiko, Anti kepada wartawan, Kamis (29/8/2025).
Peristiwa itu terjadi di Desa Piriang Tapiko, Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), Minggu (24/8) sekira pukul 20.30 Wita. Pasien yang berasal dari Dusun Landu, Desa Piriang Tapiko, melakukan persalinan darurat dibantu Bidan dan juga warga.
“Dia sudah pembukaan lengkap, akhirnya persalinan darurat,” ungkap Anti.
Menurut Anti, proses persalinan berjalan lancar di bak mobil pikap dengan penerangan seadanya. Setelah melahirkan, Harmiani bersama bayinya dipulangkan ke rumahnya.
“Alhamdulillah semua prosesnya berjalan dengan lancar, tidak cukup 5 menit setelah mendapat penanganan langsung bersalin. Rencana mau lanjut ke puskesmas, tapi karena air sungai masih meluap, kita tidak bisa menyeberang terpaksa kita putar balik ke rumahnya (pasien),” terangnya.
Sementara Kepala Desa Piriang Tapiko, Muh Ali mengatakan persoalan warga batal ke puskesmas untuk bersalin gegara terhalang sungai meluap sudah sering terjadi. Dia mengungkapkan tidak ada jembatan untuk menyeberangi.
“Memang infrastruktur khususnya jembatan ini menjadi kendala utama warga, apalagi jika ingin mendapat pelayanan kesehatan. Makanya, bukan lagi hal baru (orang bersalin darurat) di daerah ini karena terkendala infrastruktur, itu sudah sering-sering terjadi,” bebernya.
Ali berharap pemerintah memberikan perhatian serius. Selain perbaikan jalan, pembangunan jembatan diakui sangat penting agar warga lebih mudah dan aman saat menyeberangi sungai yang kerap meluap.
“Selain perbaikan jalan, pembangunan jembatan juga sangat kita butuhkan, karena sungai tidak bisa dilalui saat meluap kalau tidak ada jembatan,” pungkas Ali.
Dalam potongan video yang dilihat infocom, Jumat (29/8) tampak seorang perempuan berjuang bersalin dengan bantuan bidan dan sejumlah warga di atas mobil pikap.
Warga lain juga terlihat berupaya membantu dengan memberikan penerangan menggunakan lampu senter. Tak berselang lama, terdengar suara tangisan bayi yang baru dilahirkan.