Warga di Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan harga LPG 3 Kg yang naik drastis belakangan ini. Harganya disebut tembus Rp 40 ribu, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Susah sekali didapat (LPG 3 kg) sekarang. Kalaupun ada, mahal sekali, Rp 40 ribu biasa saya belikan,” kata warga Makale, Valen kepada infoSulsel, Kamis (15/1/2026).
Valen mengungkap warga kesulitan mendapat LPG 3 Kg mulai Desember 2025. Harga yang dipatok saat ini disebutnya sangat memberatkan, terlebih bagi mereka yang bergantung pada LPG bersubsidi ini.
“Pastinya sangat menyulitkan karena elpiji sudah menjadi kebutuhan pokok, dipakai memasak. Selain itu, kita boros bensin karena harus keliling untuk mencari, untung kalau didapat,” bebernya.
Terkait itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Tana Toraja, Fius Minggu mengakui harga LPG 3 Kg saat ini sedang naik drastis. Dia juga tidak menampik ada pangkalan dan pengecer nakal yang memanfaatkan situasi.
“Iya, harga (LPG 3 Kg) memang naik drastis, tapi sebenarnya tidak langka. Pangkalan dan pengecer yang memainkan harga, rata-rata pangkalan menjual Rp 25.000 per tabung yang seharusnya cuma Rp 22.500. Dan ada juga yang bawa tabung ke luar daerah,” ujar Fius.
Dia merincikan, harga dari agen ke pangkalan sudah sesuai, yakni Rp 18.000 per tabung. Namun pihak pangkalan kemudian menjual Rp 25.000 kepada pengecer sehingga pengecer ikut memainkan harga, mulai Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per tabung.
“Ini yang sementara kami telusuri, ada apa kok pangkalan ini kompak menjual Rp 40 ribu per tabung. Kami akan panggil semua pangkalan apa alasannya begitu,” ujar Fius.
Dia memperingatkan pihak yang masih menjual di atas HET untuk segera menurunkan harga. Dia mengancam akan memberikan sanksi jika masih nakal.
“Kita dapat itu di Milan dan beberapa lokasi kasih naik Rp 40 ribu. Hati-hati ki pak, segeram normalkan harganya, jangan sampai kami sanksi,” ujarnya.
