Oknum dosen Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial DM yang diduga melecehkan mahasiswi berinisial EMM sebelum ditemukan tewas tergantung telah dinonaktifkan. DM dinonaktifkan atas rekomendasi Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) Unima.
“Sejak kemarin sudah dinonaktifkan dari jabatan dosen,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima Dr Aldjon Dapa kepada infocom, Kamis (1/1/2026).
Aldjon mengatakan DM merupakan dosen berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). DM terancam dijatuhi sanksi berat berupa pemecatan jika terbukti melakukan pelecehan terhadap korban.
“Satgas sudah periksa dosen tersebut kemarin, atas rekomendasi satgas, Rektor telah membuat keputusan penonaktifan dari dosen. Saya juga termasuk di tim satgas PPKPT Unima yang memeriksa dosen,” katanya.
Dia pun meminta mahasiswa aktif FIPP untuk melapor ke Satgas jika mengalami tindakan pelecehan di kampus. Dia juga berharap mahasiswa tidak trauma atas kasus yang menimpa EMM.
“Beranilah untuk lapor jika ada ancaman kekerasan di kampus, kami pasti melindungi dan membelanya,” imbuhnya.
Aldjon menambahkan bahwa kasus dugaan pelecehan itu ditangani aparat kepolisian. Dia juga memastikan kasus serupa tidak akan terjadi lagi di Unima.
“Pasti (tak terulang lagi),” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, korban EMM ditemukan tewas tergantung di indekosnya di Kecamatan Tomohon Tengah, Selasa (30/12). Diketahui, korban sempat menulis surat perihal pengaduan dugaan tindak pelecehan yang dilakukan oknum dosen DM.
Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis turut membenarkan korban diduga bunuh diri. Dia juga tengah mendalami dugaan pelecehan di balik aksi nekat korban mengakhiri hidupnya.
“Kami masih dalam penyelidikan terkait hal itu (bunuh diri dan dugaan pelecehan),” kata AKBP Nur Kholis kepada wartawan, Rabu (31/12).
Dia menegaskan persoalan ini akan diusut tuntas. Keluarga korban disebut sudah membuat laporan di SPKT Polda Sulut.
“Perkembangan terakhir pihak keluarga membuat laporan di SPKT Polda Sulut. Berarti perkembangan lebih lanjut ranahnya di Polda Sulut,” ujarnya.







