Memasuki bulan Syaban, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah sunnah. Salah satu amalan yang dianjurkan dalam menyambut bulan Syaban adalah membaca doa.
Dilansir dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, membaca doa menjadi salah satu amalan yang diamalkan Rasulullah SAW ketika memasuki bulan Syaban. Doa ini berisi permohonan agar diberkahi dan dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah, bulan suci Ramadhan.
Lantas, bagaimana bacaan doa malam 1 Syaban?
Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
Berikut doa yang dibaca Rasulullah apabila tiba bulan Syaban sebagaimana dilansir dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Arab Latin: Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya’baana wa ballighnaa ramadhaana.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”
Umat Islam dianjurkan untuk membaca doa malam 1 Syaban tersebut berulang kali. Pasalnya, semakin sering dibaca, maka semakin besar pula pahala yang akan diperoleh.
Selain doa di atas, terdapat pula doa yang biasa diamalkan oleh para sahabat pada bulan Syaban, yakni:
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلَّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Arab Latin: Allaahumma sallimnii liramadhaana wasallim lii ramadhaana wa tasallam-hu minni mutaqabbalan.
Artinya: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”
Berdasarkan kalender yang dirilis Kementerian Agama RI, 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Karena pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai pada waktu Maghrib, maka malam 1 Syaban jatuh pada hari ini, Senin, 19 Januari 2026 setelah waktu Maghrib.
Dengan demikian, doa malam 1 Syaban dapat dibaca ketika memasuki waktu Maghrib pada Senin, 19 Januari 2026.
Bulan Syaban dikenal sebagai bulan yang penuh akan keutamaan, di antaranya sebagai bulannya Rasulullah SAW, bulan penetuan ajal manusia, hingga bulan diangkatnya amal manusia. Berikut penjelasan selengkapnya:
Dilansir dari buku ‘Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriah’ oleh Siti Zumratus Sa’adah, bulan Syaban disebut memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satunya adalah sebagai bulan Rasulullah SAW.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:
رَجَبٌ شَهْرُ اللَّهِ وَ شَعْبَانُ شَهْرِي وَ رَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِي
Artinya: “Rajab adalah bulan Allah, Syaban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”
Pada bulan Syaban, malaikat maut akan mencatat orang-orang yang akan mendatangi ajalnya hingga datangnya bulan Syaban berikutnya. Pada waktu yang sama, setiap individu akan dinilai kedekatan dan kejauhannya dengan Allah SWT.
Waktu ini akan terjadi pada malam Nisfu Syaban. Dalam kitab “Tuhfah Al-Ikhwan” disebutkan: Diriwayatkan dari Atha’ bin Yasar, ia berkata,
“Jika datang malam Nisfu Syaban Malaikat Maut mencatat siapa yang akan mendatangi ajalnya dari bulan Syaban itu hingga Syaban yang akan datang. Mungkin seorang laki-laki telah berbuat aniaya, berbuat maksiat, menikahi beberapa wanita, menanam pepohonan, sedang dia tidak tahu bahwa namanya telah tertulis di daftar orang-orang yang mati. Tiada satu malam pun setelah malam Lailatul Qadar lebih utama daripada malam Nisfu Syaban.”
Dalam buku ’32 Faidah Seputar Bulan Syaban’ karya Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid, dijelaskan bahwa Syaban adalah bulan yang menjadi persiapan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Salah satu cara untuk mempersiapkan diri adalah dengan memperbanyak ibadah, seperti puasa dan membaca Al-Quran.
Dengan membiasakan diri dengan amalan tersebut, seseorang akan lebih mudah menghadapi Ramadhan, sehingga tidak merasakan berat lagi. Sebagaimana dijelaskan oleh Abu Bakr al-Balkhi Rahimahullah berikut:
قال أبو بكر البَلْخِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ: «شهر رَجَبشهر الزرع، وشهر شعبان شهر سقي الزرع، وشهر رمضان شهر حصاد الزرع»
Artinya: “Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam. Bulan Syaban adalah bulan untuk mengairi tanaman. Sedangkan bulan Ramadhan adalah bulan untuk menuai hasil panen.”
Oleh karena itu, sangat dianjurkan di bulan ini untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Disadur dari buku ‘Hujjah Ilmiah Amalan di Bulan Syaban’ yang disusun oleh Pustaka Al-Bahjah, keutamaan bulan Syaban terdapat pada pertengahan bulan, yang dikenal sebagai Nisfu Syaban. Nisfu Syaban sendiri jatuh pada tanggal 15, tepat di tengah-tangah bulan Syaban.
Pada malam itu, Allah SWT memberikan pengampunan yang melimpah kepada hamba-Nya. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits berikut:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كِلَبٍ
Dari Aisyah RA beliau berkata: “Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi’ Al-Gharqad” maka beliau bersabda “Apakah engkau khawatir Allah dan RasulNya akan menyia nyiakanmu?” Kemudian aku berkata: “Tidak wahai Rasulullah SAW, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian istri-istrimu”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di Malam Nishfu Syaban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab (maksudnya pengampunan yang sangat banyak).” (HR Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban, berkata hadits ini shahih)
Pada bulan Syaban, amal manusia akan diangkat kepada Allah SWT. Rasulullah SAW dalam sebuah hadits menyebutkan bahwa ia berharap amal-amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Dawud dan Imam Nasa’i dan Imam Ibnu Khuzaimah. Berikut haditsnya:
عَنْ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ, قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ, وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ, فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Dari Usamah bin Zaid berkata: Aku bertanya: “Wahai Rasulullah SAW, aku tidak melihatmu berpuasa seperti engkau berpuasa di bulan Syaban (karena seringnya), beliau menjawab: “Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu diangkat amal-amal kepada Allah Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.”
Itulah bacaan doa malam 1 Syaban yang sesuai sunnah Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat!






