Detik-detik Pria di Buton Tengah Bertarung dengan Buaya demi Selamatkan Adik

Posted on

Pria bernama La Rano (38) di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra), diterkam buaya saat menjaring ikan di laut. Korban selamat usia kakaknya, La Lisa turun membantu dengan menebas buaya tersebut.

Peristiwa itu terjadi di perairan Desa Kanapa-Napa, Kecamatan Mawasangka, Rabu (7/1) sekitar pukul 22.30 Wita. Kapolsek Mawasangka Iptu Kamaludin mengatakan kakak berada itu memang sama-sama turun ke laut untuk menjaring ikan.

“Jadi sekitar pukul 18.00 Wita, korban bersama kakaknya berangkat ke perairan Desa Kanapa-Napa untuk menjaring ikan,” kata Kamaludin dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Dia menuturkan keduanya menjaring ikan di perairan laut dangkal dengan kedalaman air sekitar setengah meter. Sekitar pukul 22.30 Wita, keduanya bersiap kembali ke darat dan mulai menggulung jaring dari masing-masing ujung.

“Saat sedang menggulung jaringnya, korban (La Rano) tiba-tiba berteriak minta tolong,” ujar Kamaludin.

Mendengar teriakan itu, kakak korban segera mendekat dan mendapati adiknya digigit seekor buaya. Tanpa berpikir panjang, La Lisa langsung berusaha menyelamatkan adiknya dengan menebas bagian perut buaya menggunakan sebilah parang.

“Saat mendatangi, adiknya ini sudah dalam kondisi digigit buaya. Dia langsung ambil parang dan menebar perut buaya berkali-kali. Setelah ditebas, buaya tersebut melepaskan gigitannya,” terangnya.

La Lisa kemudian meminta adiknya segera naik ke darat. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Kanapa-Napa untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban diminta naik ke darat dan dievakuasi ke puskesmas,” ungkap dia.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius, di antaranya luka robek disertai patah tulang pada tangan kiri, luka robek di perut kanan, luka pada pantat kanan, luka di telapak tangan, serta luka pada siku kanan.

“Korban mengalami luka di tangan kiri, perut kanan, pantat kanan, dan siku,” tuturnya.

Kamaludin menambahkan kejadian serangan buaya di perairan Desa Kanapa-Napa dan sekitarnya bukan kali pertama terjadi. Kondisi ini dinilai berpotensi mengancam keselamatan warga pesisir, khususnya nelayan yang beraktivitas di wilayah tersebut.

“Jika tidak segera ditangani, situasi ini bisa menimbulkan keresahan masyarakat dan gangguan kamtibmas,” pungkasnya.