Detik-detik Jembatan dan Rumah Hanyut Diterjang Banjir di Donggala

Posted on

Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Bencana alam itu mengakibatkan jembatan gantung dan rumah warga hanyut tersapu banjir.

Dalam video dilihat infocom, tampak air sungai yang meluap. Banjir membawa lumpur dan ranting kayu menyebabkan air sungai yang mengalir deras menjadi keruh.

Tampak hujan masih mengguyur wilayah tersebut. Tak berselang lama tiang penyangga jembatan gantung ambruk setelah tanahnya terkikis banjir.

Dalam video lain memperlihatkan rumah hanyut di sungai yang airnya meluap. Bangunan rumah itu kemudian hancur saat menghantam sebuah jembatan.

Jembatan gantung yang hanyut berada di Desa Labuan Lumbubaka, Kecamatan Labuan. Jembatan itu menjadi penghubung antara Desa Labuan Lumbubaka dan Desa Labuan Toposo.

Sementara rumah yang hanyut berada di Desa Wani, Kecamatan Tanantovea. Kepala Pelaksana BPBD Donggala, Abdul Muin mengatakan hanya satu rumah hanyut di Desa Wani.

“Kerusakan meliputi rumah warga hanyut dan terendam, jembatan putus, bronjong rusak, serta akses jalan tertutup longsor dan banjir,” kata Abdul Muin dalam pernyataannya, Senin (12/1/2026).

Dia menambahkan banjir dan longsor menerjang 22 desa yang tersebar di lima kecamatan di Donggala. Lima kecamatan itu yakni Tanantovea, Labuan, Sindue, Rio Pakava, dan Banawa Tengah.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Donggala pada Minggu (11/1) siang. Pemprov Sulteng pun mengirim alat berat ke lokasi tanah longsor untuk membuka akses jalan.

“Insyaallah malam ini atas perintah gubernur kami sementara menggeser alat berat jenis eskavator ke Dusun Sisere. Semoga tidak ada kendala alat menuju lokasi,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Andi Sembiring kepada wartawan, Minggu (11/1).

Gambar ilustrasi