Tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang pribadi milik kru dan penumpang korban kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Barang itu milik Kopilot Farhan Gunawan hingga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ferry Irawan.
Pantauan infoSulsel di Posko Media Center Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (20/1/2026), informasi barang itu dilaporkan lewat catatan pergerakan Search and Rescue Unit (SRU) yang terpasang di papan Posko Media Center. Temuan barang tersebut telah dibawa tim SRU I ke Posko Induk SAR.
“SRU I yang kembali ke posko membawa temuan barang korban berupa dompet yang berisi identitas atas nama Muh Farhan Gunawan,” demikian tertulis dalam papan informasi dilihat infoSulsel di Posko Media Center.
Tim SRU I juga mengamankan dompet berisi identitas atas nama Dwi Murdiono. Dalam manifes pesawat ATR 42-500, Dwi Murdiono merupakan Engineer on Board (EOB) atau teknisi.
Adapula temuan surat tanda nomor kendaraan (STNK) bernama Koharuddin. Tim SRU I juga mengamankan ransel kecil, tab dan barang lain yang dalam kondisi hancur.
Tim SAR gabungan juga membawa temuan barang berupa pouch yang berisi catokan, hairdrayer, tas dan kosmetik. Barang-barang yang belum diketahui kepemilikannya itu ditemukan di sekitar kepala pesawat kedalaman 300 meter.
“SRU I yang kembali ke posko membawa barang korban berupa 1 buah handphone merek Samsung,” tulis laporan dari papan informasi.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Sebelumnya, tim SAR lebih dulu telah mengevakuasi barang milik pegawai KKP Ferry Irawan berupa dompet pada Senin (19/1). Dari foto yang Basarnas Makassar, dompet tersebut berisi KTP dan sejumlah uang tunai dan foto keluarga.
Di foto lainnya, tampak tim SAR juga menemukan ban dan puing pesawat lainnya. Barang dan serpihan pesawat itu ditemukan dalam penyisiran intensif tim darat di jalur ekstrem antaran puncak dan pos 9 jalur pendakian.
“Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban, mulai dari dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga barang elektronik,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar dalam keterangannya, Senin (19/1).
Selain itu, juga ditemukan beberapa bagian dari pesawat seperti pelampung dan fire signal, di sekitar bagian kepala pesawat. Temuan ini menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian serta menentukan langkah lanjutan dalam proses evakuasi.
“Medan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk repling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang kuat antarunsur,” jelasnya.
