Cerita Wamen KKP Batal Tinjau Posko SAR ATR 42-500 karena Cuaca Ekstrem

Posted on

Wakil Menteri (Wamen) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Laksamana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf batal mengunjungi Posko SAR di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Didit tidak melanjutkan perjalanan ke posko karena cuaca ekstrem.

Didit bersama rombongan awalnya tiba di Makassar pada Selasa (20/1) pagi. Didit berencana memantau Posko SAR sebelum menjenguk keluarga pegawai KKP yang menjadi korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep.

Didit lebih dulu bertolak ke Kabupaten Pangkep didampingi Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho dan Staf Ahli Wamen KKP, Bambang Naryono. Rombongan pun tiba di kantor Camat Balocci, Pangkep pada pukul 11.21 Wita.

Didit sempat beristirahat di lokasi sebelum melanjutkan perjalanan ke Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci. Namun rencana itu urung dilaksanakan karena hujan lebat yang mengguyur lokasi.

Jarak tempuh kantor Camat Balocci menuju Posko SAR di Desa Tompobulu sejauh 7 kilometer. Kendati begitu, perjalanan menuju Posko SAR medannya cukup sulit karena jalurnya dipenuhi tanjakan yang cukup ekstrem.

Didit lantas menelpon Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko yang sedianya telah menunggu di Posko SAR. Dia mengapresiasi keterlibatan TNI yang terlibat dalam operasi pencarian korban jatuhnya pesawat.

“Terimakasih Pak, sampaikan salam saya ke semua tim agar tetap semangat dalam melakukan pencarian,” kata Didik dalam sambungan telepon itu.

Didit pun menyampaikan kondisinya sehingga perjalanan ke Posko SAR urung dilakukan. Dia lantas meminta maaf kepada personel SAR melalui Pangdam karena perjalanannya tertunda efek cuaca.

“Mohon maaf karena kami tidak bisa lanjut ke posko menemui teman-teman karena cuaca tidak memungkinkan. Ewako,” lanjut Didit sekaligus mengakhiri sambungan teleponnya.

Dari kantor Camat Balocci, Didit dan rombongan pejabat KKP kembali ke Makassar. Dia kemudian keluarga korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di area Greeters Meeters Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Didit memastikan pihaknya mengawal dan mendampingi keluarga dari 3 pegawai KKP yang menjadi korban kecelakaan pesawat. Keluarga dipastikan tidak akan sendirian dalam menghadapi musibah tersebut.

“Tetap dilakukan pelaksanaan kegiatan pendampingan ngga ada yang lolos dari satupun. Jadi setiap orang setiap keluarga didampingi semua,” jelasnya.

Didit menegaskan proses evakuasi terhadap korban kecelakaan pesawat juga sementara berlangsung. Keluarga dari 3 korban juga sudah menjalani pemeriksaan antemortem oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

“Keluarga korban dari KKP 3 sudah lengkap dan sudah diambil sambel dari DVI dan kita kawal semua itu,” tegas Didit.

Berdasarkan data manifes maskapai Indonesia Air Transport (IAT), Pesawat ATR 42-500 diisi 7 kru dan 3 penumpang. Dari 7 kru pesawat, dua orang di antaranya merupakan Pilot Captain Andi Dahanto dan Kopilot Farhan Gunawan.

Selain itu ada Flight Operation Officer (FOO), Hariadi dan 2 orang Engineer on Board (EOB) atau teknisi bernama Resti Ad dan Dwi Murdiono. Dua lainnya mmerupakan Flight Attendant (FA) atau pramugari bernama Florencia Lolita dan Esther Aprilita.

Sementara tiga penumpang masing-masing bernama Deden Mulyana, Ferry Irawan dan Yoga Naufal. Mereka adalah pegawai KKP yang bertugas menjalankan misi patroli atau pengawasan kelautan via udara.

Hingga kini tim SAR baru menemukan 2 jenazah yang identitasnya belum diketahui. Kedua jenazah itu masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Salah satu jenazah perempuan yang ditengarai sebagai pramugari sudah dievakuasi dan tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1) malam. Jenazah tersebut diserahkan ke tim DVI Polda Sulsel untuk proses identifikasi dan pengambilan sampel DNA.

“Yang kami jadikan prioritas adalah ketepatan. Kita tidak boleh salah mengembalikan jenazah kepada keluarganya,” tegas Karo Dokpol Brigjen A Nyoman Eddy Purnama Wirawan saat konferensi pers di RS Bhayangkara Makassar, Selasa (20/1).

Sementara jenazah berjenis kelamin laki-laki sudah berada di Kampung Lampesu, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Maros pada Selasa (20/1) sore. Jenazah rencananya akan diproses pemberangkatan ke RS Bhayangkara Makassar pada Rabu (21/1) pagi.

“Alhamdulillah (proses evakuasi) lancar sampai info ini berkat kerja sama tim gabungan. Mudah-mudahan yang pertama segera juga nanti sampai sini (RS Bhayangkara),” jelas Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko kepada wartawan.

2 Jenazah Korban ATR 42-500 Dievakuasi

Berdasarkan data manifes maskapai Indonesia Air Transport (IAT), Pesawat ATR 42-500 diisi 7 kru dan 3 penumpang. Dari 7 kru pesawat, dua orang di antaranya merupakan Pilot Captain Andi Dahanto dan Kopilot Farhan Gunawan.

Selain itu ada Flight Operation Officer (FOO), Hariadi dan 2 orang Engineer on Board (EOB) atau teknisi bernama Resti Ad dan Dwi Murdiono. Dua lainnya mmerupakan Flight Attendant (FA) atau pramugari bernama Florencia Lolita dan Esther Aprilita.

Sementara tiga penumpang masing-masing bernama Deden Mulyana, Ferry Irawan dan Yoga Naufal. Mereka adalah pegawai KKP yang bertugas menjalankan misi patroli atau pengawasan kelautan via udara.

Hingga kini tim SAR baru menemukan 2 jenazah yang identitasnya belum diketahui. Kedua jenazah itu masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Salah satu jenazah perempuan yang ditengarai sebagai pramugari sudah dievakuasi dan tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1) malam. Jenazah tersebut diserahkan ke tim DVI Polda Sulsel untuk proses identifikasi dan pengambilan sampel DNA.

“Yang kami jadikan prioritas adalah ketepatan. Kita tidak boleh salah mengembalikan jenazah kepada keluarganya,” tegas Karo Dokpol Brigjen A Nyoman Eddy Purnama Wirawan saat konferensi pers di RS Bhayangkara Makassar, Selasa (20/1).

Sementara jenazah berjenis kelamin laki-laki sudah berada di Kampung Lampesu, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Maros pada Selasa (20/1) sore. Jenazah rencananya akan diproses pemberangkatan ke RS Bhayangkara Makassar pada Rabu (21/1) pagi.

“Alhamdulillah (proses evakuasi) lancar sampai info ini berkat kerja sama tim gabungan. Mudah-mudahan yang pertama segera juga nanti sampai sini (RS Bhayangkara),” jelas Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko kepada wartawan.

2 Jenazah Korban ATR 42-500 Dievakuasi