Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan (Sulsel). Tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan di Kabupaten Pangkep berpotensi siaga hujan lebat hingga sangat lebat hari ini.
Hal itu tercantum dalam prakiraan cuaca BMKG Wilayah IV Makassar tiga hari ke depan. Potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi mulai 20-22 Januari 2026.
“Terdapat potensi hujan sedang hingga sangat lebat di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan,” tulis BMKG Wilayah IV Makassar di akun instagramnya dikutip infoSulsel, Selasa (20/1/2026).
BMKG Wilayah IV Makassar pun mengimbau warga waspada terhadap potensi bencana alam. Masyarakat juga diminta memperhatikan saluran drainase agar tetap bersih.
“Masyarakat perlu waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor,” imbau BMKG Wilayah IV Makassar.
BMKG turut merekomendasikan masyarakat untuk menghindari bepergian ke daerah rawan banjir dan lorong. Selain itu menyimpan barang penting di tempat aman.
BMKG Wilayah IV Makassar membagi level peringatan sejumlah kabupaten dan kota terdampak potensi hujan sedang hingga lebat mulai dari waspada, siaga dan awas. Sementara Pangkep yang merupakan kabupaten tempat jatuhnya Pesawat ATR 42-500, masuk kategori siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Berdasarkan data dari BMKG Wilayah IV Makassar, berikut daftar kabupaten dan kota terdampak potensi cuaca ekstrem:
Waspada (Hujan Sedang-Lebat)
Siaga (Hujan Lebat-Sangat Lebat)
Awas (Hujan Sangat Lebat)
Waspada (Hujan Sedang-Lebat)
Siaga (Hujan Lebat-Sangat Lebat)
Awas (Hujan Sangat Lebat)
Waspada (Hujan Sedang-Lebat)
Siaga (Hujan Lebat-Sangat Lebat)
Awas (Hujan Sangat Lebat)
Diketahui, Pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta menuju Makassar hilang kontak pada Sabtu (17/1) siang. Pesawat itu jatuh di puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Hingga saat ini, total ada dua korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal.
“Korban pertama yang kita temukan berjenis kelamin laki-laki, dan kedua informasi yang kita dapatkan berjenis kelamin perempuan,” ungkap Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Posko SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Senin (19/1).
Korban pertama ditemukan di jurang kedalaman 200 meter dari puncak gunung pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.20 Wita. Sementara korban kedua ditemukan di kedalaman 500 meter dari puncak pada Senin (19/1) sekitar pukul 14.00 Wita.
“Posisi korban (kedua) berada di kedalaman 500, kemudian yang kemarin (korban pertama) memang di 200 meter. Saat ini sudah bersama rescuer, artinya korban tidak sendiri,” paparnya.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Jenazah kedua korban masih sementara dalam proses evakuasi diturunkan dari gunung. Proses evakuasi terhambat cuaca ekstrem dan medan terjal di pegunungan.
“Tantangan saat ini yang kita hadapi yaitu kondisi alat dan cuaca, artinya bahwa teman-teman bagi yang tahu persis wilayah bahwa di Bulusaraung, pegunungan ini memang cukup terjal,” jelasnya.







