Babak Belur Pria Dikeroyok Polisi di PTB Maros: Hidung Patah-Muka Bengkak

Posted on

Pria berinisial A (25) babak belur usai diduga dikeroyok oknum polisi saat malam tahun baru gegara ledakan petasan di kawasan Pantai Tak Berombak (PTB) , Sulawesi Selatan (Sulsel). Kekerasan yang dialami korban membuat Wajahnya bengkak hingga tulang hidung patah.

Dalam video beredar, tampak kepala korban ditutup menggunakan sarung. Dia terlihat duduk sambil meringis kesakitan saat darah keluar dari hidungnya.

Tampak suara wanita berteriak histeris saat darah dari hidung korban mengucur deras. Seorang wanita terlihat mengusap darah dari hidung korban.

Sementara mata kiri korban terlihat membiru imbas kekerasan yang dialaminya. Korban terlihat berulang kali menunduk saat darah keluar dari hidungnya.

Korban A mengaku akan menjalani pemeriksaan lebih usai mengalami kekerasan. Dia kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo Makassar sebelum menjalani operasi.

“Patah tulang di bagian hidung, insyaallah operasi dijadwalkan hari Selasa (6/1),” kata korban A kepada infoSulsel, Minggu (4/1/2026).

Dia mengaku sempat dirawat di RSUD La Palaloi Maros pada Jumat (2/1). Namun karena kondisinya yang memprihatinkan, dia terpaksa dirujuk ke RS Wahidin Makassar.

“Di RS Palaloi hari Jumat terus pulang ka lagi. Besok paginya ke RS Palaloi lagi baru pulang ka lagi di Sabtu siang. Sekarang masih di RS Wahidin,” ucapnya.

A mengaku mengalami luka lebam di bagian depan. Wajahnya masih bengkak usai diduga dipukul berulang kali.

“Ini lukanya di bagian muka, bibir bagian atas mengeluarkan darah, telinga bagian belakang bengkak,” ujarnya.

Saat ini A masih menggunakan alat bantu pernapasan di rumah sakit. Dia mengaku kesulitan bernapas jika alat bantu tersebut dibuka.

“Alhamdulillah agak membaik mi dari sebelumnya, karena dibantu (alat) pernapasan. Kalau dibuka ki (alat) pernapasanku agak sesak saya rasa,” ucapnya.

Dia mengaku pihak kepolisian sempat mengunjunginya di rumah sakit. Dari informasi yang diterimanya, biaya pengobatannya akan ditanggung Polres Maros.

“Karena ada baru-baru ke sini tim Dokkes Polres katanya tidak usah pikir biayanya,” ujar A.

Sebelumnya diberitakan, pengeroyokan terjadi di kawasan wisata PTB Maros pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 23.46 Wita. Korban mulanya membakar petasan hingga mengenai anggota polisi berinisial AN yang bertugas.

AN lantas menegur korban hingga terjadi adu mulut. AN kemudian pergi ke pos pengamanan melaporkan kejadian tersebut hingga rekannya kembali ke lokasi kejadian hendak mengamankan korban.

“Kemudian terjadi penganiayaan saat korban A akan diamankan ke posko yang Jatanras Polres Maros,” ujar Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya, Sabtu (3/1).