Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin meninjau posko pengungsian di Kantor Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya. Appi menyalurkan bantuan makanan siap saji hingga obat-obatan kepada para pengungsi.
Pantauan infoSulsel di lokasi, Senin (12/1/2026) pukul 09.00 Wita, tampak para pengungsi berasal dari kalangan anak-anak hingga lanjut usia. Beberapa di antaranya terlihat tidur beralaskan matras.
Sejumlah anak tampak bermain dengan teman sebayanya di dalam kantor Kelurahan Katimbang. Appi kemudian datang di lokasi sekitar pukul 09.20 Wita.
Appi bersama rombongan disambut Lurah Katimbang Muhammad Syarif. Appi kemudian bertanya terkait jumlah pengungsi korban banjir di lokasi tersebut.
“16 KK (kepala Keluarga), total 61 pengungsi,” kata Muhammad Syarif saat ditanya oleh Appi terkait jumlah pengungsi.
Appi mengaku prihatin atas kondisi yang menimpa masyarakat Katimbang. Appi menyempatkan berbincang dengan salah satu ibu hamil yang ada di pengungsian.
“(Usia kandungan) 6 bulan yah, rutin periksa yah. Diperhatikan itu, Pak (lurah Katimbang). Periksa terus ki, rajin ki periksa ibu,” kata Appi.
Appi mewanti-wanti kelurahan memastikan ketersediaan obat dan makanan untuk para pengungsi. Dia memastikan seluruh pengungsi yang terdampak banjir tidak kekurangan apapun.
“Tolong obat-obatan dipastikan, makanannya,” pinta Appi kepada lurah Katimbang.
Sebelumnya diberitakan, banjir melanda di wilayah Kodam, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, pada Sabtu (10/1) sore. Banjir dipicu hujan deras hingga turut mengakibatkan Sungai Biring Je’ne meluap.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar melaporkan sebanyak 356 warga mengungsi akibat banjir di Kecamatan Biringkanaya. Ratusan pengungsi tersebut diamankan di lima titik lokasi pengungsian.
“Adapun data pengungsi sementara sebagai berikut jumlah pengungsi 97 kepala keluarga (KK) dan jumlah jiwa 356 jiwa,” kata Kepala BPBD Makassar Fadli Tahar dalam keterangannya, Minggu (11/1).
Fadli menjelaskan, curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan genangan dan dampak lanjutan di Kecamatan Biringkanaya. Para warga terpaksa dievakuasi sampai situasi dinilai normal kembali.
“BPBD Kota Makassar terus melakukan pemantauan lapangan, meningkatkan kesiapsiagaan personel, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terpadu, dan berfokus pada keselamatan masyarakat,” jelasnya.








