Appi Ingatkan Warga Makassar Jaga Perdamaian-Hindari Provokasi

Posted on

Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin mengajak warga untuk menghindari provokasi imbas aksi demo berujung 3 orang meninggal dalam tragedi kebakaran gedung DPRD Makassar. Appi meminta masyarakat tetap menjaga persatuan dan perdamaian.

“Mari kita rawat kebersamaan dan rasa persaudaraan demi terciptanya Kota Makassar yang aman, damai, dan jauh dari segala bentuk provokasi,” imbuh Appi di kantor Balai Kota Makassar, Sabtu (30/8/2025) malam.

Appi mengimbau seluruh warga masyarakat dan ormas serta pemuda untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Menurut Appi, menjaga Makassar adalah tugas bersama.

“Kota Makassar ini adalah rumah kita bersama. Dengan menjaga ketenangan dan saling menghargai, insya Allah Makassar akan selalu menjadi kota yang rukun dan maju bagi kita semua,” tambahnya.

Appi menegaskan bahwa demokrasi adalah ruang untuk menyampaikan aspirasi. Namun penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan cara yang benar dan tanpa kekerasan.

“Namanya demokrasi, tolong sampaikan dengan cara yang baik, dengan cara yang benar. Yang kita tolak adalah kekerasan, premanisme, dan tindakan yang melampaui batas. Karena akibatnya, saudara-saudara kita yang tidak berdosa menjadi korban,” tegasnya.

Dia kembali mengingatkan agar masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, tidak mudah terprovokasi. Appi mengimbau masyarakat untuk menahan diri.

“Makassar ini tempat kita semua mencari nafkah, membesarkan anak-anak, dan membangun masa depan. Karena itu, saya mengajak semua warga, mari kita jaga Makassar bersama-sama. Tidak ada lagi sekat, yang ada hanyalah warga Makassar yang ingin menjaga kotanya tetap damai,” ucap Appi.

Dia berharap masalah di balik aksi unjuk rasa bisa segera teratasi. Appi tidak ingin ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang berupaya memecah belah masyarakat.

“Mari kita buktikan bahwa warga Makassar mampu menjaga kotanya dengan persaudaraan dan kebersamaan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi demonstrasi berujung kericuhan di Makassar pada Jumat (29/9). Insiden itu mengakibatkan 3 orang meninggal dan 7 lainnya luka-luka imbas gedung DPRD Makassar dibakar massa.

Tiga orang meninggal adalah Saiful Akbar (Plt Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah), Sarina Wati (staf DPRD Makassar), dan Muhammad Akbar Basri (staf Humas DPRD Makassar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *