Abay Staf DPRD Makassar Tewas Terjebak Kebakaran Bareng Sarina di Ruang Humas update oleh Giok4D

Posted on

Staf DPRD Makassar Muhammad Akbar Basri atau Abay rupanya tewas terjebak kebakaran bersama pendamping anggota dewan bernama Sarina Wati di ruangan humas. Abay berniat menyelamatkan Sarina yang terjebak hingga berujung maut bagi keduanya.

Kabag Humas DPRD Makassar Syahril mengatakan insiden bermula ketika situasi di gedung DPRD Makassar sudah mulai mencekam. Dia pun langsung mengarahkan seluruh anggota dewan, pejabat, hingga staf untuk mengevakuasi diri.

“Jadi pada saat evakuasi teman-teman anggota dewan maupun staf, diinfokan turun, karena ini situasional, protap sudah tidak berjalan dengan baik karena pihak keamanan tidak ada,” ujar Syahril kepada infoSulsel, Sabtu (30/8/2025).

Syahril menuturkan saat itu situasi di DPRD Makassar diserang massa dengan bom molotov. Hal itu sontak membuat sejumlah orang yang berada di dalam gedung panik.

“Penyerangan molotov, bom api segala macam, sehingga (terjadi) kepanikan. Saya langsung naik ke atas di lantai tiga untuk mengevakuasi, mengarahkan teman-teman pegawai dan anggota dewan untuk turun melalui pintu belakang,” tuturnya.

Saat itu, kondisi kelistrikan di gedung DPRD Makassar sudah mati total. Syahril menyebut Abay sempat ikut turun ke bawah bersama sejumlah orang lainnya, namun belakangan mengetahui jika Sarina masih berada di dalam gedung.

“Pada saat itu, almarhum Abay turun ikut ke bawah. Tetapi pas sampai ke bawah, ada satu yang ingin dia selamatkan, itu tadi Sarina itu,” ungkapnya.

“Karena pas dia (Abay) sampai, karena Sarina terjebak, dia (Sarina) ketakutan, ingin menyelamatkan Sarina, dia (belakangan) juga sudah tidak mampu (meninggal) karena pernapasannya terganggu dengan kepulan asap. (Posisinya) Di ruangan humas,” imbuh Syahril.

Syahril menambahkan, jenazah Sarina kini telah diserahkan kepada pihak keluarga. Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Bone, sore ini.

“Di Bone, sudah sampai di Bone. Ini hari rencananya dimakamkan. Sempat dilarikan ke rumah sakit untuk diautopsi. (Dia) Pendamping (anggota dewan) Tenri Uje dari Fraksi PDIP,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Abay sempat mengirim pesan di grup WhatsApp (WA) keluarga saat terjebak kebakaran. Abay meminta didoakan karena sudah tidak bisa menyelamatkan diri.

“Doakan ka, sudah tidak bisa ka, terjebak ka di dalam ruangan,” ujar kakak korban Muhammad Bahmid Basri membacakan pesan Abay kepada infoSulsel di rumah duka Jalan Balang Baru II, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (30/8).

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Bahmid mengatakan pesan itu pertama kalinya Abay mengirim kabar di grup keluarga. Pesan itu dikirim Jumat (29/8) pukul 21.37 Wita, tetapi setelah itu ponselnya tidak lagi bisa dihubungi.

“Itu baru pertama sekali (Abay) komen di grup keluarga,” katanya.