Dua jenazah korban kecelakaan PK-THT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali dievakuasi hari ini. Dua jenazah sudah tiba di Lanud Hasanuddin untuk dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar.
“Saat ini kami sudah bisa mengevakuasi 2 lagi body part (jenazah berupa potongan tubuh),” kata Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Arifaini Nur Dwiyanto kepada wartawan, Jumat (23/1/2026).
Arifaini menjelaskan proses evakuasi dilakukan secara hati-hati. Helikopter mengevakuasi jenazah korban di lokasi yang cukup berat.
“Proses menuju ke daerah lokasi kurang lebih 8 menit namun proses ketika mengangkat sampai ke atas lebih dari 30 menit,” paparnya.
Dia menegaskan jenazah yang masih berada di gunung akan kembali dievakuasi. Arifaini optimis evakuasi berlangsung lancar di tengah cuaca yang kondusif.
“Atas doa rekan-rekan sekalian, dua body part, 2 jenazah sudah kita angkat. Segera kita ambil lagi. kebetulan cuaca bagus,” ucap Arifaini.
Diketahui, tim SAR gabungan telah menemukan 9 jenazah dari 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT. Dari 9 jenazah, ada 2 di antaranya dalam kondisi utuh dan 7 lainnya berupa potongan tubuh.
Dua jenazah berhasil diidentifikasi yang merupakan pramugari Florencia Lolita Wibisono dan pegawai Kementerian dan Kelautan (KKP) Deden Maulana. Jenazah lainnya yang sudah ditemukan, tengah dievakuasi secara bertahap dan diserahkan ke tim DVI Polri.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar mengatakan operasi SAR memasuki hari terakhir pada Jumat (23/1). Perpanjangan masa operasi akan dikaji lebih lanjut.
“Kita dapatnya 9 (jenazah), tapi apabila besok dapat 1 berarti operasi SAR ditutup karena sudah mendapat semua korban,” ujar Arif Anwar kepada wartawan, Kamis (22/1).
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.







