Pembebasan Lahan Jembatan Baru Barombong Ditarget Tuntas Juni 2026 update oleh Giok4D

Posted on

Pemkot Makassar menargetkan pembebasan lahan pembangunan jembatan baru Barombong bisa rampung tahun ini. Total luasan lahan yang dibebaskan berada di bawah 5 hektare.

“Proses pembebasan lahan ini, kami targetkan berlangsung sejak Januari hingga Juni 2026,” ujar Kepala Dinas Pertanahan Kota Makassar, Sri Sulsilawati dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

Sri menuturkan, pembebasan lahan ini wajib diselesaikan sebelum lahan secara resmi diserahkan kepada Pemprov Sulsel dan pihak Balai jalan dan jembatan. Mengingat ruas jalan dan kawasan jembatan Barombong merupakan aset jalan provinsi.

“Semua tahapan sudah kami lakukan, kami menyusun dokumen rencana pengadaan tanah melalui konsultan, melakukan koordinasi dan konsultasi baik secara internal maupun eksternal,” jelasnya.

Ia menjelaskan, secara internal persiapan dilakukan oleh unit kerja di lingkungan Dinas Pertanahan Kota Makassar. Sementara secara eksternal, Pemkot Makassar melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) sebagai bentuk mitigasi risiko.

“Kami meminta pendampingan dari Kejaksaan Negeri dan juga Kepolisian agar seluruh proses berjalan aman, transparan, dan sesuai koridor hukum,” terangnya.

Terkait anggaran, Sri menyebutkan bahwa Pemkot Makassar hanya menangani pembiayaan pengadaan lahan dengan total luasan lahan yang dibebaskan berada di bawah 5 hektare. Berdasarkan hasil penilaian tim appraisal beregister, untuk tiga bidang tanah yang akan dibebaskan nilainya berkisar kurang lebih miliaran rupiah.

“Awalnya ada lima bidang tanah berdasarkan data dari kecamatan. Namun setelah turun langsung ke lapangan dan mencocokkan dengan gambar desain dan visibility study, mengerucut menjadi tiga bidang yang benar-benar terdampak,” jelasnya.

Diketahui, Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin mendorong percepatan pembangunan jembatan baru di Barombong. Jembatan baru yang menghubungkan Makassar-Takalar itu direncanakan dibangun mulai 2026.

“Mudah-mudahan secepatnya ini bisa kita laksanakan bersama pihak Pemprov dan GMTD serta Balai,” kata Appi dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025).

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

Jembatan Barombong memiliki panjang sekitar 350 meter dengan lebar enam meter. Jembatan Barombong saat ini dinilai tidak mampu menampung kepadatan kendaraan di lokasi.

Situasi ini kerap memicu kemacetan arus lalu lintas. jembatan baru yang dibangun ke depan kapasitasnya diperkirakan akan lebih besar dari kondisi saat ini, khususnya di sisi kanan arah Kelurahan Tanjung Merdeka.

“Mudah-mudahan ini bisa cepat terealisasi, sehingga menjadi salah satu cara untuk mengurai kemacetan yang ada di tempat ini,” lanjutnya.