Kontraktor Aspal Ulang Jalan Perintis Makassar, Janji Hasilnya Lebih Bagus

Posted on

Kontraktor dari PT Mareraya Multipratama Jaya sudah memulai pengaspalan ulang di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mengelupas padahal baru dikerja. Pihak kontraktor berjanji hasilnya akan lebih bagus dibanding pengerjaan pada Desember 2025.

“Iya (optimis), selama ini (saat pengaspalan ulang) yang kita hampar dalam kondisi cuaca bagus, hasilnya sudah bagus,” ujar Koordinator pelaksanaan dari PT Mareraya Multipratama Jaya, Muhammad Arsyad kepada infoSulsel, Kamis (15/1/2026).

Arsyad mengaku perbaikan dimulai dari Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan markas Yonif Raider 700/WYC hingga depan pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas). Perbaikan dilakukan setiap malam mulai pukul 11.00 hingga dini hari saat cuaca mendukung alias tidak hujan.

“Saat ini sudah dilakukan perbaikan setiap malam di Jalan Perintis. Sementara dilakukan pengaspalan ulang. Alhamdulillah selama ini cuaca bagus malam saat dikerja suhu penghamparan campuran aspal terjaga,” terangnya.

Dia menargetkan pengaspalan ulang di area ini rampung pekan depan. Selanjutnya, perbaikan aspal akan dilanjutkan di Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya depan SPN Batua.

“Target perintis sekitar 1 minggu lagi. Kalau depan SPN Batua belum dikerja, kami tuntaskan dulu di Jalan Perintis baru pindah ke Jalan Urip,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Urip Sumoharjo mengalami kerusakan parah meski baru selesai diperbaiki akhir 2025 lalu. Aspal di sejumlah titik mulai terkelupas hingga menyisakan lubang yang membahayakan pengendara.

Pantauan infoSulsel di lokasi, Senin (12/1) pukul 12.00 Wita, kerusakan parah terjadi di depan markas Yonif Raider 700/WYC hingga depan pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas). Material pasir bekas aspal yang terkelupas berhamburan di jalanan.

Situasi itu diperparah dengan banyaknya lubang di sejumlah titik jalan. Bahkan ada lubang yang digenangi air sehingga rawan dari pantauan pengendara yang melintas.

Pihak kontraktor berdalih kerusakan terjadi akibat kondisi cuaca yang kerap hujan saat pengerjaan dilakukan. Namun dosen Teknik Sipil Unhas Ardy Rasyid mengatakan kendala cuaca tidak bisa dijadikan alasan sehingga kualitas aspal menjadi buruk.

“Menurut apa yang saya pahami, itu masalah kualitas daripada lapisan aspalnya. Jadi sebenarnya tidak bisa dipersalahkan bahwa ini karena musim hujan. Justru kalau memang tahu bahwa pelaksanaannya itu pas di musim hujan ya harus dengan persiapan dan pengendalian. Pengendalian kualitas material di lapangan,” kata Dosen Teknik Sipil Unhas Ardy Arsyad, Rabu (14/1).

Ardy juga menyoroti pengawasan proyek tersebut. Semestinya, kata Ardy, pengawas proyek harus tegas dengan menunda pengaspalan saat hujan.

“Makanya di sini, pengawas (proyek) juga harus tegas, kalau hujan jangan dihampar. Tolak materialnya. Itu artinya metode pelaksanaannya tidak bagus, jadi kembali lagi ke kualitas pekerjaan. Saya juga kaget kok ini jalanan baru dikerja sudah lubang-lubang, terhambur,” katanya.