Desas-desus di Balik Ajudan-Sopir Pribadi Bupati Gowa Ditarik update oleh Giok4D

Posted on

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menjadi sorotan publik setelah seluruh ajudannya ditarik oleh Polri dan sopir pribadinya diberhentikan. Situasi tersebut pun memunculkan berbagai desas-desus.

Penarikan seluruh ajudan alias Aide-de-Camp (ADC) dan pemberhentian sopir tersebut pertama kali terungkap saat Bupati Husniah melakukan pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Lapangan Sultan Hasanuddin, Gowa, Senin (5/1). Situasi ini turut dibenarkan oleh seorang sumber internal Pemkab Gowa, kendati dia menolak narasi pemecatan kepada sopir Husniah.

“Sebenarnya tidak ada pemecatan, yang ada hanya perubahan kebijakan soal pendamping ADC,” kata sumber internal Pemkab Gowa tersebut kepada infosulsel, Rabu (7/1/2025).

“Jadi Ibu Bupati menggunakan ADC dari lingkup Pemkab Gowa sendiri, dari STPDN. Mengundurkan diri itu driver-nya,” tambahnya.

Sumber itu turut menanggapi kabar Husniah sempat dikawal bodyguard dari organisasi kemasyarakatan (ormas). Kabar ini juga dibantah dan anggota ormas tersebut tidak sedang mengawal Husniah saat pelantikan PPPK.

“Informasi soal penggunaan bodyguard tidak ada saya lihat begitu. Tidak pernah ada. Biasa ada, kalau acara komunitas cuma (ormas) biasa datang sendiri. Jadi tidak melekat. Tidak pernah ada pelibatan untuk mengawal segala macam,” katanya.

Bupati Husniah Talenrang sendiri menanggapi santai beredarnya desas-desus terkait penarikan seluruh ajudan dan pemberhentian sopir pribadinya. Dia mengaku tidak ada masalah di balik situasi tersebut.

“Tidak ada masalah, mau dikawal tidak dikawal (polisi) bukan kewajiban sih sebenarnya kepala daerah harus dikawal,” kata Husniah usai meresmikan Sekretariat Sun Squad Indonesia (SSI) di Jalan Singa, Makassar, Senin (12/1).

Husniah kini tidak lagi memikirkan persoalan penarikan sopir dan ADC tersebut. Dia mengaku sedang fokus ke pelayanan masyarakat.

“Poinnya saya lebih memikirkan apa yang harus dilakukan pemerintah kepada masyarakat supaya kita betul-betul bermanfaat kepada masyarakat untuk pelayanan publik di bidang kesehatan pendidikan sosial dan lain sebagainya. Banyak jalan yang perlu kita perhatikan,” ungkapnya.

Husniah juga merespons anggapan soal adanya masalah di internal Pemkab Gowa. Dia berdalih hal itu hanya isu yang berkembang tanpa dasar yang jelas.

“Itu cuma cerita warung kopi yang dikembangkan,” katanya.

Dia turut membantah tudingan dirinya kini dikawal ormas usai penarikan ADC dan sopir itu. Menurut Husniah, bisa jadi ormas yang dimaksud ADC dari STPDN yang berpostur kekar seperti bodyguard

“Tidak ada sama sekali. Tidak ada ormas yang mengawal saya, mungkin bisa dilihat di video beredar apakah ada ormas yang mengawal atau tidak. Yang jelas pengawal saya pendamping saya, ADC yang sama saya sekarang seperti bodyguard,” jelas Husniah.

Sementara terkait sopir pribadi yang juga ditarik usai mengundurkan diri, Husniah mengaku tak ingin mencampuri masalah pribadi. Dia menolak membeberkan masalah pribadi tersebut secara gamblang.

“Sopir pribadi, saya tidak mau terlalu menanggapi karena persoalan internal mereka. Internalnya sopir. Saya tidak mau terganggu pemerintahan saya. Internal orang saya tidak berani campuri,” tegasnya.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.