Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) usai 50 balita hingga ibu hamil diduga keracunan menu makan bergizi gratis (MBG). Saat ini masih ada 40 orang yang dirawat di puskesmas.
“Dan status KLB dugaan keracunan pangan MBG di wilayah kerja Puskesmas Sendana II sudah ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene,” ujar Kadinkes-P2KB Sulbar, Nursyamsi Rahim dalam keterangannya, Selasa (13/1/2025).
Nursyamsi mengatakan tim gerak cepat (TGC) dan surveilans Dinkes Sulbar telah dikerahkan ke lokasi melakukan tatalaksana kasus. Pihak Dinkes Majene juga sudah mengambil sampel makanan di SPPG terkait untuk pemeriksaan laboratorium.
“Sampel yang diambil berupa sampel makanan (seperti) nasi, ayam suwir, mie kecap,sayur sop, tahu kuning, semangka dan sampel muntahan,” terangnya.
Dia menambahkan saat ini masih ada 40 orang yang dirawat di puskesmas. Satu orang sudah dipulangkan, sementara 9 lainnya dirawat mandiri di rumah masing-masing.
“38 orang (dirawat di) Puskesmas Sendan dan 2 orang di Puskesmas Salutambung,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, dugaan keracunan dialami para korban usai menyantap MBG yang didistribusikan di sekolah dan posyandu di Kecamatan Tubo Sendana, pada Selasa (12/1). Menu MBG itu dimasak dalam dua sesi lalu didistribusikan pagi dan siang hari.
Kemudian sekitar pukul 20.30 Wita, beberapa orang mulai mengeluh sakit kepala, demam, mual, muntah hingga diare. Mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas Sendana II dan Puskesmas Salutambung.
“Dugaan keracunan pangan MBG di wilayah kerja Puskesmas Sendana II Kabupaten Majene yang melibatkan 50 orang,” ujar Nursyamsi dalam keterangannya, Selasa (13/1).







