Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota , Sulawesi Selatan (Sulsel), melaporkan sebanyak 94 warga mengungsi akibat banjir di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya. Mereka tersebar di tiga titik pengungsian.
Berdasarkan data dari BPBD Makassar hingga pukul 09.30 Wita, banjir di Katimbang dilaporkan belum surut. Sebanyak 63 jiwa dari 17 kepala keluarga (KK) mengungsi di Kantor Kelurahan Katimbang.
Selain itu sebanyak 17 jiwa dari 4 KK mengungsi di SD Paccerakkang. Sebanyak 14 jiwa dari 3 KK juga dilaporkan mengungsi di Masjid Nurul Ikhlas Kodam 3.
“Kami melakukan pemantauan langsung di titik rawan sejak malam hari. Prinsip kami jelas, masyarakat tidak menunggu lama,” kata Kepala BPBD Makassar M Fadli Tahar dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).
Fadli menegaskan personelnya masih diturunkan untuk melakukan penanganan. Pihaknya turut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
“Begitu ada potensi membahayakan, kami hadir untuk memastikan keselamatan warga, melakukan pendataan, dan memastikan kondisi tetap terkendali,” tegas Fadli.
Sementara itu, Camat Biringkanaya Juliaman menyampaikan, Kantor Lurah Katimbang disiapkan sebagai tempat pengungsian sementara yang aman. Pihaknya turut melibatkan tim dari Kampung Siaga Bencana (KSB) untuk membantu penanganan.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan KSB untuk memastikan warga yang mengungsi mendapatkan pelayanan yang layak dan situasi tetap kondusif,” ujar Juliaman.
Sementara itu, Koordinator Data Pengungsian dari KSB Kelurahan Katimbang, Andi Mulyadi menjelaskan bahwa, proses pendataan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat. Petugas diturunkan ke lokasi banjir untuk melakukan identifikasi.
“Kami bersama BPBD dan aparat setempat melakukan pendataan langsung di lokasi pengungsian. Data ini bersifat dinamis dan terus kami perbarui sesuai kondisi di lapangan agar penanganan bisa tepat sasaran,” jelas Andi Mulyadi.
Sebelumnya diberitakan, banjir melanda di wilayah Kodam, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, pada Sabtu (10/1) malam. Banjir turut dipicu intensitas curah hujan yang tinggi.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah meninjau titik banjir di Katimbang sore tadi. Peninjauan itu sekaligus melihat alat pendeteksi banjir berupa Early Warning System (EWS) yang telah dipasang di sekitar lokasi.
Appi menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor, mengingat Sungai Biring Je’ne merupakan sungai strategis yang menjadi batas wilayah antara Kota Makassar dan Kabupaten Maros.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Sungai ini bukan hanya aliran air, tetapi jalur risiko yang harus kita kelola bersama. Pemerintah hadir untuk memastikan warga aman dan langkah penanganan berjalan cepat,” tegasnya.







