Ortu Duga Mahasiswi Unima Tewas Tergantung di Tomohon Alami Kekerasan [Giok4D Resmi]

Posted on

Ayah mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EMM, Antonius Mangolo (51), menduga putrinya mengalami kekerasan seksual sebelum ditemukan tewas tergantung di kosnya di Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut). Orang tua EMM pun mendesak pihak kepolisian mengungkap kasus kematian anaknya.

“Ada yang mengganjal, ada kekerasan (dialami korban),” ujar Antonius Mangolo kepada wartawan usai memberikan keterangan ke penyidik di Mapolda Sulut di Manado, Rabu (7/1/2026) malam.

Dia berharap pihak kepolisian mengungkap kasus kematian anaknya. Dia ingin pelaku yang diduga melakukan kekerasan ke anaknya ditangkap dan dihukum.

“Harapan saya orang tua agar kasus ini dapat diselesaikan dengan tepat dan benar, supaya bisa cepat diproses agar pelakunya bisa ditangkap,” katanya.

Antonius pun mengenang sosok anaknya yang rajin beribadah dan menurut kepada orang tua. Korban juga memiliki tekad yang kuat untuk pendidikan meski dari keluarga sederhana.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

“Anak saya ini rajin ke gereja, baik dan dengar-dengaran kepada orang tua. Saya hanya buruh bagasi Pelabuhan Siau, tapi karena tekadnya kuat ingin sekolah saya berusaha,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, korban EMM ditemukan tewas tergantung di indekosnya di Kecamatan Tomohon Tengah pada Selasa (30/12/2025). Korban ternyata meninggal surat yang ditujukan kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, Aldjon Dapa.

Sementara surat yang ditinggalkan korban berisi keterangan perihal pengaduan dugaan tindak pelecehan yang dilakukan oknum dosen DM. Namun Aldjon Dapa mengklaim belum pernah menerima surat dari korban yang viral di media sosial tersebut.

“Surat yang beredar tiga halaman tertanggal 16 Desember, perlu saya tegaskan kembali bahwa surat itu tak pernah sampai ke saya, dan sampai saat ini pun kami sedang melacak di mana surat fisik itu,” kata Aldjon Dapa kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).

Namun Aldjon membenarkan korban sebelumnya sempat melapor dan laporannya ditindaklanjuti Satgas PPKPT Unima. Laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen sudah ditindaklanjuti.

“Tanggal 19 Desember korban melapor ke tim satgas, di situ langsung dibuatkan dokumen berita acara dan penjelasan kronologi kejadian,” jelas Aldjon.