Sebanyak 68 santri di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga keracunan usai menyantap makanan yang dimasak di dapur pondok pesantren (ponpes). Puluhan santri itu mengalami gejala yang sama yakni muntah hingga demam.
“Sampai saat ini total sebanyak 68 orang,” ujar Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau kepada wartawan, Minggu (11/1/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi di Ponpes Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kendari pada Minggu (11/1). Para santri dievakuasi ke RS Bhayangkara, RSUD Kota Kendari, RS Antero Hamra, Puskesmas Puuwatu, dan klinik pesantren.
Welli mengatakan pihaknya langsung mendatangi ponpes begitu menerima laporan santri keracunan makanan. Dia mengungkapkan kondisi dapur ponpes jauh dari standar khususnya kebersihan.
“Ditemukan hasil pengecekan sementara kondisi dapur tempat pengolahan makanan santri jauh dari standar higiene sanitasi,” ungkapnya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Sementara Kanit Tipidter Reskrim Polresta Kendari, Ipda Ariel Mogens Ginting mengungkapkan para santri mengeluhkan demam hingga pusing. Kondisi itu dialami para santri sejak subuh.
“Keluhan umum yang dialami para korban berupa demam, mual, muntah, pusing, dan lemas, sejak subuh tadi,” bebernya.
Pada pagi hingga sore hari, sebagian santri kembali mengalami gejalah yang sama. Mereka kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan secara bertahap.
“Korban lain mengalami gejala sejak pagi sampai sore,” beber dia.
Polisi masih mendalami terkait penyebab pasti para santri diduga mengalami keracunan. Saat ini, para santri masih menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.
“Saat ini masih kita dalami penyebab pastinya,” pungkasnya.
