Enam jenazah korban pesawat ATR 42-500 PK-THT ditemukan saling berdekatan di jurang Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Enam jenazah ini ditemukan berdekatan dengan jenazah pertama pada radius 50 meter di kedalaman 250 meter dari puncak.
“Apa yang kita upayakan pencarian ini alhamdulillah hari ini hari keenam (operasi SAR), kita bisa menemukan 6 jenazah yang berdekatan lokasinya,” kata Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Rabu (21/1/2026).
Dia mengungkapkan enam jenazah itu ditemukan berdekatan dengan lokasi jenazah pertama yang ditemukan pada Minggu (18/1). Dia menyebut lokasinya sekitar radius 50 meter dan berjarak 250 meter dari puncak.
“Lokasinya tersebar di seputaran radius 50 meter dari yang ditemukan pertama dan posisi dari puncak kurang lebih 250 meter dari puncak,” terangnya.
Dia mengungkapkan tim gabungan saat ini masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan jenazah. Di sisi lain, enam jenazah yang ditemukan akan segera dievakuasi ke puncak.
“Untuk selanjutnya yang 6 jenazah ditemukan ini sudah kita rencanakan untuk evakuasi pengambilan dengan menggunakan teknik jetring, nanti dari teman-teman rescue Basarnas yang sudah siap dari puncak,” jelasnya.
Dia berharap proses pengangkatan keenam jenazah dari jurang ke puncak bisa berjalan lancar. Pasalnya proses evakuasi dengan vertical rescue sudah dilakukan pada korban kedua yang ditemukan.
“Tadi saya jelaskan vertical rescue, dengan teknik jetring yang sudah kita lakukan dengan korban kedua pada saat itu, dan berhasil. Mudah-mudahan ini lebih berhasil lagi karena kita ada 6 korban yang harus kita angkat ke atas,” imbuhnya.
Diketahui, tim SAR gabungan lebih dulu menemukan 2 jenazah utuh dan 1 potongan tubuh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Salah satunya merupakan jenazah wanita yang ditemukan di jurang kedalaman 500 meter di puncak Gunung Bulusaraung, Senin (19/1).
Dari hasil pemeriksaan, jenazah itu teridentifikasi sebagai pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono (33). Identitas Florencia terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan sidik jari.
Selain itu ada jenazah berjenis kelamin pria dievakuasi di jurang kedalaman 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung pada Minggu (18/1). Jenazah itu teridentifikasi bernama Deden Maulana yang merupakan pegawai KKP.
“Jenazah dengan nomor PM/62/B.02 cocok dengan antemortem nomor AM006 teridentifikasi sebagai Deden Maulana, laki-laki umur 43 tahun,” kata Haris saat konferensi pers di Posko DVI Polda Sulsel, Kamis (22/1).
Tim SAR lalu menemukan korban ketiga berupa potongan tubuh pada Rabu (21/1) sekitar pukul 12.30 Wita. Potongan tubuh yang belum dipastikan jenis kelaminnya itu masih menjalani pemeriksaan oleh tim DVI Polri.
“Untuk jenazah ketiga hari ini kita akan bekerja maksimal untuk menentukan identitas korban yang sudah kami terima,” imbuh Haris.







