6 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Dalam Kondisi Membengkak

Posted on

Tim SAR menemukan enam jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT dalam sehari di tebing Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Keenam jenazah sudah dalam kondisi membengkak hingga turut mempengaruhi proses evakuasi.

“Kondisi jenazah yang kondisinya sudah membengkak sudah 6 hari. Tentunya dalam proses pemasukan dalam kantong jenazah tidak mudah,” kata Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Rabu (21/1/2026).

Dody mengatakan proses evakuasi juga terkendala kontur medan yang terjal. Namun, dia memastikan proses evakuasi tidak akan melalui jalur darat menuju Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros seperti saat evakuasi jenazah pertama.

“Mudah-mudahan tidak (melalui jalur Cenrana), karena pengalaman korban satu memakan waktu malah cukup lama. Kondisi jenazah sudah ada yang sudah tadi tidak bisa, ya sudah membengkak,” jelasnya.

Dia juga belum memastikan jenis kelamin keenam jenazah. Dody berdalih tugas tim SAR di lapangan hanya fokus mencari, menemukan dan mengevakuasi korban.

“Kita penting ada titik jenazah di situ dilaporkan oleh tim depan selanjutnya kita memikirkakn bagaimana evakuasi. Nanti ada bagiannya yang mengidentifikasi,” papar Dody.

Dody menambahkan para personel juga masih fokus mencari korban tersisa dan kemungkinan serpihan pesawat lainnya. Personel yang berada di lokasi masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan jenazah.

“Kami perintahkan untuk memberi tanda, melaporkan dan memberi tanda kemudian terus mencari seputaran situ agar seluruhnya mudah-mudahan kita tunggu saja mungkin bisa bertambah lagi,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, 6 jenazah korban pesawat ATR 42-500 ditemukan dalam sehari pada operasi SAR yang memasuki hari keenam pada Kamis (22/1) pukul 10.46 Wita. Proses evakuasi sementara berlangsung.

“Selanjutnya yang 6 jenazah ditemukan ini sudah kita rencanakan pengambilan,” imbuh Dody.