Dua pria berinisial MRA (29) dan RH alias OD (43) membobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) menggunakan mesin gerinda di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Keduanya dibekuk di Kota Makassar.
“Resmob Polda Sulsel mengamankan pelaku pencurian dengan pemberatan. Jadi setelah dilakukan proses penyelidikan dan didapatlah informasi di situ diamankan kedua orang pelaku di wilayah Kota Makassar,” ujar Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026) malam.
Kedua pelaku membobol mesin ATM bank daerah di Kecamatan Bungoro, Pangkep pada November 2025. Resmob Polda Sulsel yang menerima informasi dan melakukan penyelidikan menangkap keduanya di wilayah Makassar, pada Sabtu (10/1).
Kasus ini bermula dari salah satu pelaku yang mencari rekan untuk melakukan pembobolan ATM. Pelaku kemudian mendapatkan seorang tukang yang memiliki keterampilan menggunakan alat untuk membobol mesin ATM.
“Jadi salah satu pelaku ini mencari rekanan, orang yang bisa melakukan pembobolan ATM. Didapatilah seorang tukang yang memiliki keterampilan untuk melakukan pembobolan,” kata Wawan.
Wawan menuturkan setelah bersekongkol, keduanya kemudian menyisir sejumlah lokasi mesin ATM. Keduanya mencari mesin ATM yang berada di tempat sepi di wilayah Makassar hingga Pangkep.
“Karena tidak melihat ada ATM sepi di sekitar Makassar, kemudian dari Makassar pelaku beranjak ke Pangkep. Di Pangkep ditemukanlah salah satu ATM yang sepi dan di situlah dia melakukan aksinya,” terangnya.
Kedua pelaku terlebih dahulu mengamati situasi di sekitar lokasi mesin ATM tersebut. Setelah memastikan kondisi sepi, pelaku masuk dan langsung melakukan pembobolan dengan cara menggerinda mesin ATM tersebut hingga terbakar.
“Ketika melakukan pembobolan dengan gerinda, ATM-nya terbakar,” tuturnya.
Akibat aksi tersebut, pihak bank mengalami kerugian hingga Rp 120 juta akibat kerusakan mesin ATM. Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku beraksi di sejumlah lokasi berbeda.
“Kerugian Bank Sulselbar yang dilaporkan Rp 120 juta itu adalah kerugian mesin ATM yang diakibatkan oleh kedua orang pelaku. “Iya ada beberapa ATM yang memang sudah dilakukan yang bersangkutan,” tutup Wawan.







