1 Sanksi FIFA Dicabut, PSM Makassar Masih Belum Bisa Belanja Pemain Baru | Giok4D

Posted on

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 telah dibuka. FIFA resmi mencabut satu sanksi larangan transfer PSM Makassar, namun Juku Eja masih belum bisa belanja pemain karena satu sanksi lainnya belum dicabut.

Dipantau dari laman resmi FIFA, Kamis (15/1/2026), satu sanksi kepada PSM Makassar berupa larangan transfer pemain telah dicabut. Sanksi yang dijatuhkan FIFA pada 8 Oktober 2025 itu sempat mengancam PSM tidak boleh aktif pada bursa transfer selama tiga musim.

Hukuman tersebut dijatuhkan tidak lama setelah PSM Makassar berpisah dengan mantan pelatihnya, Bernardo Tavares. Diketahui, Tavares memilih mengundurkan diri lantaran persoalan gajinya yang tidak terselesaikan.

“Alasan keputusan ini karena belum adanya pembayaran gaji, situasi yang saya hadapi selama tiga setengah tahun melatih, namun kini sudah tidak dapat dipertahankan lagi,” ujar Bernardo Tavares dalam akun Instagram pribadinya pada 1 Oktober 2025.

Meski sanksi lama telah dicabut, PSM kembali mendapat hukuman oleh FIFA pada Jumat (9/1/2026). Sanksi tersebut diduga berkaitan dengan sengketa atau tunggakan gaji dengan mantan pemainnya, Lucas Dias, yang hengkang di tengah musim.

Situasi tersebut berpotensi menambah beban PSM Makassar, mengingat performa yang kurang memuaskan pada putaran pertama. Sejumlah rotasi dinilai diperlukan untuk menyeimbangkan komposisi tim pada putaran kedua.

Untuk diketahui, bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 dijadwalkan berlangsung hingga 6 Februari 2026. PSM memiliki waktu terbatas untuk menyelesaikan sanksi agar dapat mendaftarkan pemain baru sebelum tenggat waktu.

Hingga saat ini, Manajemen PSM Makassar belum memberikan keterangan terkait sanksi FIFA tersebut. Direktur Utama PSM, Sadikin Aksa dan Manajer PSM Muhammad Nur Fajrin belum merespons ketika dikonfirmasi.

Direktur Utama PSM Makassar Sadikin Aksa pernah menanggapi terkait jatuhnya sanksi larangan transfer PSM dari FIFA. Sadikin meresponsnya dengan santai dan ogah ambil pusing.

“Sanksi, sekarang gini lah, berapa kali PSM kena FIFA? sering, toh. Selesai gak kalau pada masanya? Yaudah, saya nda terlalu. Kita disanksi itu kita gak bisa transfer, sekarang kita juga gak bisa transfer, kok. Jadi buat apa kita pusingin gitu loh,” ujar Sadikin kepada wartawan di Lapangan Bosowa Sport Center, Sabtu (15/11/2025).

Kendati demikian, Sadikin memastikan akan menyelesaikan sengketa sanksi FIFA tersebut. Paling tidak sanksi FIFA itu dicabut sebelum jendela transfer paruh musim dibuka.

“Sanksi FIFA, oke, kita akan ada waktunya menyelesaikan pada saat kita melakukan transfer, itu aja. Kita gak mungkin lakukan transfer kalau ada masalah,” pungkasnya.

Dirut PSM Ogah Pusingi Sanksi PSM