Korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut), bertambah menjadi 17 orang. Satu korban yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan tewas tertimbun longsor.
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Kalangit mengatakan korban yang ditemukan yakni balita bernama Clayton Tatambihe (2). Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan di Kampung Peling pada Rabu (7/1).
“Clayton Tatambihe umur 2 tahun, ditemukan tertimbun di rumah warga,” ungkap Chyntia Kalangit kepad infocom, Rabu (7/1/2026).
Dia mengungkapkan dengan ditemukannya Clayton Tatambihe, makan korban tewas menjadi 17 orang. Sementara korban hilang dan masih dalam pencarian ada 2 orang.
“Total sudah 17 orang meninggal dunia, 2 orang masih hilang,” terangnya.
Dia menambahkan bahwa tim SAR gabungan dari unsur TNI, Polri dan relawan masih melakukan upaya pencarian terhadap dua korban lainnya. Pihaknya juga memberikan pelayanan kesehatan kepada korban luka.
Diketahui, banjir bandang menerjang empat kecamatan di Kepulauan Sitaro pada Senin (5/1) sekitar pukul 03.00 Wita. Empat kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal akibat banjir bandang tersebut hingga Selasa (6/1) pukul 14.00 WIB sebanyak 16 orang. Bencana itu juga mengakibatkan sebanyak 141 rumah mengalami kerusakan.
“Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Selasa (6/1).
“Selain itu, 22 orang mengalami luka dan dirujuk ke puskesmas setempat, serta dua orang dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa,” lanjutnya.
Muhari menambahkan, angka tersebut masih terus diperbarui. Namun dari sisi kerusakan, ratusan rumah dilaporkan rusak akibat diterjang banjir bandang.
“Dari sisi kerusakan, banjir bandang mengakibatkan tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan,” beber Muhari.
