Satu jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang ditemukan pagi tadi sudah tiba di Posko Tompobulu, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jenazah akan langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi.
Pantauan infoSulsel, jenazah tiba di pintu masuk jalur pendakian Gunung Bulusaraung pukul 21.15 Wita. Sejumlah orang dari Basarnas, TNI, Polri, PMI, BPBD, relawan, dan warga lokal berkumpul di depan pintu masuk jalur untuk menyambut kedatangan tim yang membawa jenazah.
“Tolong diberi, dibukakan jalan untuk tim. Tolong mundur,” kata Asren Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto kepada warga di lokasi.
Jenazah ditandu oleh tim evakuasi dengan sebatang kayu dan dibungkus dengan kain berwarna hijau army. Jenazah sempat berhenti di depan ambulans untuk mengeluarkan tandu bambu dari kain yang membungkus jenazah.
Jenazah korban lalu dibawa ke posko DVI untuk diberi label. Sementara itu, puluhan orang tim evakuasi jenazah disemprot dengan disinfektan.
Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel di RS Bhayangkara Makassar malam ini.
Diketahui, jenazah tersebut dievakuasi darat menuju Posko Tompobulu. Sementara enam jenazah lain yang ditemukan baru akan dievakuasi besok melalui udara.
“Jenazah ini akan dibawa dengan jalur darat dari puncak Bulusaraung turun ke sini, lalu ke DVI, kemudian lanjut ke RS Bhayangkara,” kata Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi kepada wartawan, Kamis (22/1).
Sementara itu, untuk 5 jenazah lain masih berada di TKP sekitar 300 meter dari puncak Bulusaraung. Dody mengatakan, kelima jenazah tersebut sudah dikumpulkan untuk persiapan evakuasi udara pada Jumat (23/1).
“Dan untuk 5 korban lainnya posisi masih di sekitaran TKP namun sudah dikumpulkan, kita cari daerah yang terbuka. Karena memang dari awal kita ingin cepat maka kita akan menggunakan evakuasi udara,” kata dia.
Dody mengatakan, jika evakuasi udara dilakukan terhadap 5 jenazah tersebut, maka akan langsung diterbangkan ke Lanud Sultan Hasanuddin. Dia berharap cuaca di sekitar gunung Bulusaraung cerah untuk kelancaran evakuasi udara bagi 5 jenazah.
“Besok pagi kita lanjutkan kembali, kita doakan bersama cuaca besok pagi khususnya yang mau mengambil evakuasi udara dari 5 korban tersebut bisa berjalan dengan lancar,” imbuhnya.
